memo-x

Berita, komentar, dan fitur terbaru dari The Memo X

Indonesia: Keraguan menyelimuti pembukaan kembali Bali International

JAKARTA, 15 Oktober (Jakarta Post/ANN): Setelah lebih dari satu tahun mengalami kemunduran dan awal yang salah, Bandara Internasional Bali bersiap untuk dibuka kembali bagi wisatawan asing yang menjadi tumpuan ekonomi pulau itu, tetapi menjelang perubahan kebijakan, teknis rincian tetap belum terselesaikan dan perubahan alat tenun Peraturan pada menit terakhir keraguan menang.

“Kami sudah muak dengan janji-janji pemerintah,” kata Pandu, pengelola vila berusia 32 tahun itu, Selasa. “Jujur, kami lelah berharap. […] Kami membutuhkan turis kembali.”

Bisnis yang dijalankan oleh Pando, yang berbasis di daerah Seminyak yang dulu ramai di Bali, bergantung pada beberapa turis lokal dan sewa bulanan untuk beberapa orang asing yang tinggal di pulau itu, tetapi reservasi sedikit, pembatalan biasa terjadi dan total pendapatan kurang dari sepertiga dari yang dulu.

“Saya tidak berpikir hal-hal akan berubah begitu cepat [under the new policy] Karena masyarakat tetap harus mengikuti syarat dan ketentuan, seperti tes COVID-19, karantina, dll.”

Pemerintah mengumumkan minggu ini bahwa Bali akan menerima penerbangan langsung dari 19 negara, termasuk China, India, Jepang, Korea Selatan, dan Arab Saudi, karena rendahnya jumlah kasus Covid-19.

Turis dalam perjalanan tersebut akan diminta untuk dikarantina selama lima hari, menunjukkan bukti menerima setidaknya dua dosis vaksin dan memiliki asuransi kesehatan yang mencakup perawatan Covid-19 di luar negeri, di antara persyaratan lainnya.

Demikian pula, pelatih selancar berusia 26 tahun Yantou telah kehabisan kesabaran dengan kebijakan pandemi sementara.

“Terus terang saya tidak bisa mengandalkan pemerintah lagi karena seperti yang kita tahu, banyak perubahan regulasi dari hari ke hari,” katanya. “Jadi ketika saya mendengar tentang pembukaan Bali, saya berpikir, ‘Indah, keren. “Tapi harapan saya tidak tinggi karena mereka mungkin akan menutupnya lagi besok.”

READ  Perusahaan persewaan mobil bertenaga listrik: Bagaimana peralihan ke kendaraan plug-in mengubah udara dan jalan di Indonesia?

Pemerintah menangguhkan perjalanan internasional ke provinsi pulau itu pada April 2020, setelah menemukan kasus Covid-19 yang sedang berlangsung di negara itu.

Presiden Joko “Jokowi” Widodo awalnya berharap untuk membuka kembali Bali pada September 2020, tetapi rencana tersebut telah berulang kali ditunda karena kasus melonjak di seluruh dunia, termasuk selama gelombang delta kedua di Indonesia awal tahun ini.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mencoba mengatasi masalah tersebut dengan membuat koridor perjalanan bilateral dengan negara-negara tertentu, termasuk India dan Singapura, tetapi rencana itu juga mandek.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), Bali menerima 43 pengunjung internasional dari Januari hingga Agustus tahun ini, sebagian kecil dari 4,06 juta pengunjung yang terdaftar pada periode yang sama tahun 2019, sebelum merebaknya pandemi.

Penurunan kedatangan tersebut menyebabkan produk domestik bruto daerah Bali menyusut selama lima kuartal berturut-turut, mulai kuartal pertama tahun 2020.

Ekonomi pulau itu tumbuh hanya 2,83 persen pada kuartal kedua tahun ini, menurut data BPS. Bhutto Astawa, Kepala Dinas Pariwisata Bali, mengatakan aktivitas pariwisata awalnya akan menurun.

“Pembukaan kembali diumumkan dalam waktu yang sangat singkat,” katanya kepada Jakarta Post, Rabu. Saya belum terlalu optimis. Saya pikir satu perjalanan bulan ini sudah cukup. Ini akan memberi para pemain di industri ini dorongan yang kuat.”

Dia memperkirakan sekitar 200 turis tiba di Bali pada Oktober, dan mengatakan angka bulanan bisa meningkat menjadi sekitar 1.000 turis pada Januari 2022.

Meski ekspektasi redup, pejabat Bali bersiap menyambut turis asing dengan menjalankan simulasi di bandara, hotel karantina, dan destinasi wisata.

“Kami berharap perbatasan akan terbuka selamanya begitu dibuka. Saya berharap orang-orang tidak terjebak dalam euforia yang dibuka kembali dan melupakan epidemi,” tambah Bhutto.

READ  23 people have died in Norway after receiving the Pfizer Covid-19 vaccine, and 13 patients have been in nursing homes

Sekitar 83 persen penduduk Bali telah menerima vaksin Covid-19 dosis kedua, dan 99 persen telah menerima dosis pertama, menurut data kementerian kesehatan, menjadikan tingkat vaksinasi daerah kedua setelah Jakarta.

Pulau itu juga melihat kurang dari 100 kasus Covid-19 baru per hari bulan ini, menurut data dari Gugus Tugas Covid-19 Nasional.

Wakil Gubernur Bali Teukurda Oka Artha Ardana Sukawati mengatakan dalam diskusi online pada hari Rabu bahwa wisatawan mungkin “tidak langsung berbondong-bondong” karena wisatawan biasanya membutuhkan waktu satu bulan untuk mengurus visa dan penerbangan mereka.

Dia menambahkan, hingga Rabu, Bandara Internasional Ngurah Rai di Bali belum menerima permintaan pendaratan dari penerbangan internasional dan otoritas yang lelah masih menunggu pedoman pengujian Covid-19 turis dari pemerintah pusat.

“Terus terang kami belum tahu maskapai mana yang boleh mendarat di Bali, dan untuk itu kami belum menjual tiket ke Bali,” kata Pauline Suharno, Sekretaris Jenderal Asosiasi Agen Perjalanan Indonesia (Astindo). – Jakarta Post / ANN