memo-x

Berita, komentar, dan fitur terbaru dari The Memo X

Indonesia ingin masalah perbatasan dengan Malaysia selesai tahun ini

Jakarta, 8 Jan (Bernama): Menteri Luar Negeri Indonesia Redno Marzudi mengumumkan bahwa intensitas negosiasi penyelesaian masalah perbatasan antara Indonesia dan Malaysia akan ditingkatkan tahun ini sesuai dengan aturan hukum internasional.Gambar)

Ia berharap kesepakatan perbatasan laut regional yang meliputi Selat Sulawesi dan Selat Malaka dapat dirundingkan dan ditandatangani oleh kedua negara di bawah United Nations Maritime Act (UNCLOS) 1982 tentang pengaturan penggunaan laut. Dan sumber dayanya.

Dalam laporannya tentang Pencapaian Diplomatik 2021 dan Tujuan 2022, ia mengatakan bahwa “memprioritaskan perbatasan darat, termasuk Pulau Sebatik, akan menjadi prioritas”.

Pulau Sebatik terletak di Kabupaten Nunukan di Wilayah Kalimantan Timur, yang berbatasan dengan Malaysia.

Indonesia mengadakan 17 pembicaraan perbatasan dengan Filipina, Malaysia, Palau dan Vietnam tahun lalu, naik dari hanya tujuh tahun lalu.

Redno tentang ASEAN mengatakan solidaritas ASEAN perlu diperkuat untuk menghadapi epidemi Kovit-19, ketimpangan tingkat vaksin, bencana alam, krisis pengungsi dan perubahan iklim.

Kawasan ini juga melihat meningkatnya persaingan antara negara-negara utama di kawasan Indo-Pasifik.

“ASEAN harus terus meningkatkan perannya dalam membangun komunitas ASEAN dan menciptakan kawasan Indo-Pasifik yang damai, stabil, dan sejahtera,” jelasnya.

Redno mengatakan Indonesia akan terus mengupayakan perdamaian dan diplomasi kemanusiaan, termasuk masalah Afghanistan, Palestina, Rohingya, dan krisis politik di Myanmar. – Bernama

READ  Bulu Tangkis: Ganda Campuran Indonesia Saat Ini Menjadi Perhatian Nuh