memo-x

Berita, komentar, dan fitur terbaru dari The Memo X

Indonesia Delta Variation Fasilitasi 10.050 Kasus Baru Ledakan Covit-19

Jakarta. Indonesia mencatat jumlah kasus baru Covit-19 yang relatif rendah pada hari Sabtu karena letusan variasi delta tampaknya sederhana dibandingkan bulan lalu.

Angka pemerintah menunjukkan bahwa 272 juta negara mendaftarkan 10.050 kasus baru, sehingga totalnya menjadi 4.066.404. Pada puncaknya bulan lalu, jumlah harian bisa mencapai 56.000 kasus.

Ada penurunan yang stabil rata-rata tujuh hari pada 27 Juli dari -50.000 kasus menjadi 15.000 saat ini.

Jumlah kematian harian telah turun ke level terendah sejak 6 Juli, dengan 591 kematian Pemerintah-19 lebih lanjut menjadikan total korban tewas menjadi 131.372 dalam 24 jam terakhir.

Namun, Indonesia telah melakukan rata-rata lebih dari 1.000 kematian Kovit-19 sejak strain delta pada pertengahan Juli, varian yang mendominasi negara itu. Ini adalah jumlah kematian tertinggi di dunia pada tahap epidemi saat ini.

Jumlah kasus aktif adalah 227.182, yang kurang dari dua bulan.

Selanjutnya 1,37 juta dosis vaksin Govit-19 diberikan sepanjang hari, sehingga total menjadi 96 juta sejak vaksinasi massal dimulai pada 13 Januari.

Lebih dari 34,7 juta warga telah divaksinasi lengkap hingga saat ini.

Pemimpin menuntut kemajuan
Pada sore hari, Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa kemajuan sedang dibuat untuk vaksinasi, dengan Indonesia peringkat ketujuh di dunia dalam dosis terkelola.

“Di 220 negara di dunia, kualitas jumlah vaksin kami tidak buruk,” katanya dalam pertemuan pimpinan partai politik koalisi pemerintah di Istana Negara, Jakarta.

Tingkat hunian tempat tidur rumah sakit juga telah turun secara signifikan menjadi sekitar 30 persen sekarang, dibandingkan dengan 80 persen bulan lalu.

Tetapi presiden menyatakan keprihatinan bahwa jumlah korban tewas sangat tinggi.

“Jumlah korban tewas adalah masalah yang belum terselesaikan. Kami harus melakukan segala yang kami bisa untuk mengendalikan jumlahnya,” kata Djokovic.

READ  Indonesia sempat menjadi negara berpenghasilan menengah ke atas. Kemudian datanglah epidemi.