memo-x

Berita, komentar, dan fitur terbaru dari The Memo X

Indonesia: Boeing 737 Sriwijaya Air menghilang, dikhawatirkan jatuh, berita dunia

Menteri Transportasi Indonesia mengatakan sebuah pesawat Boeing 737 milik Sriwijaya Airlines milik Indonesia hilang pada hari Sabtu “dicurigai” mengalami kecelakaan. Pesawat menghilang tak lama setelah komunikasi dengan pusat lepas landas ATC dari bandara Jakarta terputus. Penerbangan Sriwijaya Air SJ182 lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno Hatta di ibukota Indonesia dan menuju Pontianak di provinsi Kalimantan Barat. Pesawat berkapasitas 130 penumpang, dan penerbangan dari Jakarta ke Pontianak biasanya memakan waktu 90 menit. Sekarang dikhawatirkan pesawat itu jatuh ke laut.

Menteri Perhubungan Indonesia mengatakan 62 orang, termasuk kru, berada di dalam pesawat tersebut. Ini termasuk 10 anak. Menurut kementerian, kontak terakhir dengan pesawat dilakukan pada 0740 GMT pada hari Sabtu.

Saluran Kompas TV setempat mengutip nelayan setempat yang mengatakan bahwa mereka telah menemukan puing-puing di dekat pulau-pulau di lepas pantai ibu kota Jakarta, tetapi tidak dapat segera dipastikan bahwa itu milik pesawat yang hilang.

Chief Executive Officer Sriwijaya Air Irwin Gawina mengatakan kepada wartawan bahwa kondisi pesawat dalam keadaan baik.

Situs detik.com Indonesia mengutip Menteri Transportasi Indonesia Bodi Kariya yang mengatakan bahwa pesawat itu jatuh di dekat Kepulauan Laki.

Menurut situs web pelacakan penerbangan Flightradar24, pesawat itu hilang lebih dari 3.000 meter dalam waktu kurang dari satu menit tak lama setelah lepas landas dari bandara Jakarta.

“Penerbangan Sriwijaya Air # SJ182 kehilangan ketinggian lebih dari 10.000 kaki dalam waktu kurang dari satu menit, sekitar 4 menit setelah meninggalkan Jakarta,” kata badan pelacak dalam akun resminya di Twitter.

Kementerian Perhubungan Indonesia sedang menyelidiki kecelakaan itu.

Foto di atas menunjukkan kerabat yang gelisah dari mereka yang menunggu di Bandara Pontianak tempat pesawat seharusnya mendarat.

Sriwijaya Air, maskapai bertarif rendah, memiliki sekitar 19 pesawat Boeing yang terbang ke berbagai tujuan di Indonesia dan Asia Tenggara.

READ  Bulu Tangkis: Memberi Harapan untuk Emas Olimpiade, Olahraga, dan Cerita Teratas

Indonesia sedang menciptakan pusat krisis

Episentrum jatuhnya pesawat di Indonesia

Crisis Center didirikan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Jakarta

Sebuah pusat krisis telah didirikan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta untuk menangani kecelakaan dan akibatnya. Kementerian Perhubungan Indonesia sedang menyelidiki masalah ini dan Sriwijaya Airlines mengatakan sedang mengumpulkan lebih banyak informasi sebelum mengeluarkan pernyataan lengkap.

Sriwijaya Air bukanlah Boeing 737 MAX yang menjadi berita utama dalam beberapa tahun terakhir karena kecelakaan besar.

Sebuah Boeing 737 Max jatuh di Indonesia pada Oktober 2018, menewaskan 189 orang. Pesawat milik perusahaan Indonesia Lion Air jatuh ke laut.

Pesawat Boeing 737 Max lainnya jatuh kemudian di Ethiopia. Boeing kemudian dipaksa membayar denda sebesar $ 2,5 miliar dan 737 MAX dilarang terbang.

(Dengan masukan agensi)