memo-x

Berita, komentar, dan fitur terbaru dari The Memo X

Indonesia bekerja untuk menstabilkan harga kedelai | 2021-02-08

JAKARTA, Indonesia – Harga kedelai global dan tempo pemogokan mendorong Indonesia untuk menerapkan rencana tiga tahap, menurut Departemen Pertanian AS (USDA) Dinas Pertanian Luar Negeri (FAS).

Asosiasi Nasional Penanam Tempe dan Tahu (Cacoptinto) mengadakan pemogokan tiga hari pada awal Januari. Kenaikan harga kedelai berpengaruh terhadap margin keuntungan produsen tempe dan tahu. Pemogokan itu membuat pemerintah mengembangkan rencana tiga tahap.

Program tersebut meliputi:

  • Kegiatan pasar, importir harus menjual kedelai kepada pembuat tempe dan tahu secara rugi
  • Perjanjian bersama antara importir dan petani kedelai mengharuskan importir membeli kedelai lokal dengan harga tetap.
  • Klasifikasi kedelai sebagai komoditas strategis memungkinkan Indonesia memberlakukan pembatasan impor.

USDA memperkirakan produksi kedelai Indonesia akan mencapai 470.000 ton pada tahun pemasaran 2020-21. Meski mendapat dorongan, Kementerian Pertanian Indonesia berjuang untuk mencapai target peningkatan produksi kedelai karena ketersediaan lahan menurun dan ada keinginan petani untuk menanam kedelai di atas tanaman yang lebih menguntungkan.

READ  Penundaan vaksin COVID-19 dorong Indonesia mengandalkan China - diplomat