memo-x

Berita, komentar, dan fitur terbaru dari The Memo X

Indonesia batalkan rencana akuisisi Sukhoi Su-35

Indonesia dikatakan telah membatalkan rencana untuk membeli jet tempur multi-peran Sukhoi Su-35 ‘Flanker-E’ karena proses akuisisi yang berlarut-larut.

Langkah itu dikonfirmasi oleh Panglima Angkatan Udara Indonesia Marsekal Fatzar Presidio saat berbicara kepada media lokal di Jakarta.

BenarNews mengutipnya yang mengatakan: “Tentang Sukhoi Su-35, dengan berat hati, ya, kami meninggalkan proyek itu. Kita tidak bisa terus membicarakan ini.

Pressetto menambahkan, Kementerian Pertahanan (Kemhan) berencana membeli tiga unit masing-masing 12 hingga 24 unit.

Negara Asia Tenggara itu dikatakan telah mempersempit pilihannya menjadi Dassault Raphael dan Boeing F-15EX Eagle II. Namun, Pressetto tidak merinci kemungkinan pilihan tersebut.

Pejabat Kementerian Pertahanan Indonesia menolak mengomentari kesepakatan Sukhoi.

Berdasarkan Su-27, Su-35BM adalah pesawat tempur superior udara multi-peran yang mampu menempuh jarak hingga 3.600 km dan hingga 4.200 km dengan jangkauan normal dan feri.

Konten dari mitra kami

Solusi ekosistem kaku yang dipesan lebih dahulu membedakan Omnetics dari para pesaingnya

Peluang yang muncul untuk sistem udara tak berawak

Smiths menghubungkan dunia keamanan dengan interkoneksi

Itu bisa membawa senjata dengan berat hingga 8.000 kg.

Pada bulan November, Kementerian Pertahanan Indonesia memesan dua jet angkut militer Airbus A400M di bawah konfigurasi Multirol Tanker and Transport (MRTT).

Kontrak tersebut mencakup paket dukungan pemeliharaan dan pelatihan penuh, yang akan mulai berlaku pada tahun 2022.

Dengan pemesanan ini, jumlah operator A400M bertambah menjadi sepuluh negara.

Pada bulan yang sama, Collins Aerospace dipilih untuk mengupgrade pesawat angkut militer Hercules C-130H TNI Angkatan Udara (IDAF).

Sebagai bagian dari kesepakatan, perusahaan akan mengganti kontrol analog pesawat dengan solusi avionik Flight2-nya.

Perusahaan yang berhubungan