memo-x

Berita, komentar, dan fitur terbaru dari The Memo X

Indonesia: Banjir di Kalimantan Selatan – Laporan Akhir DREF n ° MDRID021 – Indonesia

A. Analisis situasional

Interpretasi dari bencana

Indonesia memiliki curah hujan yang tinggi dan rawan banjir pada musim hujan. Menurut Badan Mitigasi Bencana Indonesia, wilayah rawan banjir di Indonesia sekitar 39.371.167 hektar. Daerah-daerah ini adalah rumah bagi sekitar 100.814.666 orang. Badan Meteorologi, Iklim, dan Geofisika Indonesia memprediksi puncak La Nina akan terjadi pada Desember 2020 dan Januari 2021. Puncak La Nina sesuai dengan puncak musim hujan, yang biasanya terjadi antara Januari dan Februari. Kedua peristiwa tersebut terjadi secara bersamaan, sehingga menyebabkan banjir di banyak wilayah di tanah air, termasuk Kalimantan bagian selatan. Banjir melanda 10 atau 13 kabupaten di Kalimantan Selatan, antara lain Thapin, Hulu Sungai Kelapa, Hulu Sungai Uthara, Hulu Sungai Celadon, Danah Lad, Tabalang, Banjar, Pancharbaru, Pancharmasin, Balangan, dan Barido Kuala. Itu dianggap sebagai bencana terburuk yang melanda provinsi itu dalam sepuluh tahun terakhir. PMI membantu operasi bantuan di lima kabupaten, yaitu Banjar, Panjarbaru, Hulu Sungai Tenga, Dhana Lot dan Barido Kuala.

பஞ்சார்

Pada 12 Januari 2021, sungai Marthapura dan Riyam meluap akibat hujan deras yang dimulai pada minggu pertama Januari, membanjiri 19 kecamatan dan 207 desa di Banjar, sehingga ketinggian air mencapai 20 – 100 cm. Sekitar 60.654 KK/275.906 jiwa terkena dampak banjir. Sebanyak 32.113 orang dievakuasi dari gedung sekolah, balai desa, masjid, dan beberapa shelter sementara yang menggunakan lapangan sepak bola. Sedikitnya 19.812 rumah, 257 sekolah, 488 tempat ibadah, 888 km jalan, 33 jembatan, 117 fasilitas kesehatan, 12 pasar, 196 gedung pemerintah, 29.967 hektar lahan pertanian dan 2.720 ton perikanan rusak. .

Menanggapi situasi tersebut, Gubernur Kabupaten Banjar mengeluarkan tanggap darurat untuk Kabupaten Banjar mulai 12 Januari hingga 31 Januari 2021. Hingga Februari 2021, banjir di Kabupaten Banjar telah surut dan masyarakat yang terkena dampak sudah mulai kembali ke rumah masing-masing.

READ  Badminton: Indonesia berharap bisa mengakhiri penantian panjang Piala Thomas saat menghadapi China di final

பஞ்சர்பாரு

Di Pancharbaru, Sungai Kemuning digenangi air akibat curah hujan yang tinggi. Ketinggian air sekitar 50-90cm sekitar pukul 13:10 waktu setempat. Dua kecamatan tersebut adalah Desa Kemuning (Kecamatan Pancharbaru) dan Desa Kundung Paung (Kecamatan London Ulin). Hingga 19 Januari 2021, 2.116 keluarga dan 5.752 jiwa terkena dampak banjir. Satu orang dilaporkan tewas. Sekitar 215 rumah / 1.012 orang dievakuasi ke tempat penampungan sementara menggunakan gedung-gedung pemerintah, tempat ibadah, sekolah dan bangunan umum lainnya. Ratusan atau ratusan rumah, fasilitas umum dan sekitar 29.967 hektar lahan pertanian rusak atau hancur.

Menyusul dampak bencana banjir, Gubernur Kabupaten Banjar Baru mengeluarkan Tanggap Darurat Kabupaten Banjar mulai 11 Januari hingga 31 Januari 2021. Banjir mulai surut sejak 17 Januari 2021 dan surut total pada akhir Februari 2021.

Hulu Sungai Tengah

Di Kabupaten Hulu Sungai Tenga, banjir terjadi pada 13 Januari 2021 pukul 23.00 waktu setempat. 10 kecamatan terendam. Di beberapa daerah ketinggian air mencapai 200 sentimeter. Hingga 19 Januari 2021, 29.062 keluarga dan 87.506 jiwa terkena dampak banjir. 10 orang tewas di distrik itu. Sekitar 11.200 orang dievakuasi ke kamp-kamp darurat. 20.533 rumah, 65 jembatan, 7 pasar, jalan 50.140 M, 150 tempat ibadah rusak atau hancur.

Hingga 16 Januari 2021, tingkat banjir terus meningkat. Bupati Hulu Sungai Kelapa mengeluarkan tanggap darurat pada 14 Januari 2021 dan berlangsung selama 16 hari. Hingga Februari 2021, seluruh wilayah Hulu Sungai Kelapa terendam banjir.

Tanah laut

Di Tanah Laut, pada 12 Januari 2021, hujan deras yang mengguyur sejak sepekan sebelumnya mengakibatkan banjir bandang. Di wilayah tersebut, banjir diperparah oleh amukan laut yang sedang berlangsung. Banjir melanda sembilan kecamatan: Belaihari, Padipathi, Kuraw, Bhoomi Makhmur, Tambang Ulang, Bajuin, Takisung, Jorong dan Kindap. Di beberapa daerah ketinggian air mencapai 150 – 200 cm. Dampak banjir sangat parah di daerah Dhana Lot. Sekitar 8.506 rumah terendam banjir. Banyak fasilitas umum seperti sekolah, tempat ibadah, rumah sakit dan pasar juga terkena dampaknya. Beberapa ruas jalan, termasuk jalan akses Trans Kalimantan, terendam seluruhnya. Sekitar 13.476 keluarga dan 42.543 jiwa terkena dampak banjir. Sepuluh orang tewas setelah tersapu arus deras dan tertimbun tanah longsor. Sejauh ini, 13.062 orang telah mencari perlindungan di beberapa tempat penampungan sementara. Para pengungsi telah mengungsi di gedung-gedung sekolah dan rumah kerabat. 12.652 rumah, 76 sekolah, 123 tempat ibadah, 47 fasilitas kesehatan, 21 jembatan, 23 bendungan, 23.871 hektar lahan pertanian, 459,37 hektar perikanan, 25.980 peternakan, 136 unit-584 unit kecil. Komersial, sistem irigasi 10 unit, cerobong asap 5 unit dan berbagai akses jalan rusak atau hancur.

READ  Gempa berkekuatan 4,3 skala Richter 69 km barat laut Abebura, Indonesia pada pagi hari / Volcano Discovery

Hujan deras berlanjut hingga 16 Januari 2021 dan banjir mulai 17 Januari 2021. Penguasa Dana Lot mengeluarkan tanggap darurat untuk distrik itu dari 14 Januari hingga 31 Januari 2021.

Barido Kuala

Di Barido Kuala, Sungai Marthapura tergenang akibat curah hujan yang tinggi. Banjir melanda empat kecamatan dan 47 desa di Barido Kuala. Ketinggian air rata-rata di pemukiman penduduk adalah 50 cm.
Sekitar 18.880 KK/51.755 jiwa terkena dampak banjir. 17 orang dilaporkan tewas.
Sekitar 7.568 orang telah dievakuasi ke kamp-kamp darurat. 213,03 KM Jalan tergenang dan tertutup puing pasca banjir, 97 mushola, 4 pasar, lahan pertanian dan persawahan rusak atau hancur.
Menanggapi situasi tersebut, penguasa distrik Barido Quala mengeluarkan tanggap darurat ke distrik Barido Quala mulai 14 Januari hingga 31 Januari 2021. Hingga Februari 2021, banjir di Kabupaten Banjar telah surut dan masyarakat yang terkena dampak sudah mulai kembali ke rumah masing-masing.

Meski semua operasi darurat berlangsung hingga 31 Januari 2021, Gubernur Kalsel memperpanjang masa tanggap darurat provinsi tersebut dari 28 Januari menjadi 3 Februari 2021.