memo-x

Berita, komentar, dan fitur terbaru dari The Memo X

Ibukota Indonesia, Jakarta, dilanda banjir monsun

Petugas penyelamat mengevakuasi warga dari rumah mereka yang banjir di Bekasi pada 19 Februari 2021, saat hujan deras menggenangi kota di pinggiran Jakarta.

Kepuasan | Agence France-Presse | Getty Images

Banjir parah yang melanda beberapa daerah di ibu kota Indonesia memaksa lebih dari seribu orang mengungsi pada hari Sabtu, sementara badan meteorologi negara memperingatkan bahwa kondisi akan berlanjut minggu depan.

Sabdo Kornianto, Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta, mengatakan sekitar 1.380 warga Jakarta telah dievakuasi dari wilayah selatan dan timur kota yang dihuni 10 juta jiwa, setelah ketinggian air banjir mencapai 1,8 meter di beberapa wilayah. Dia mengatakan tidak ada korban luka yang dilaporkan.

Orang-orang memposting foto di media sosial warga yang mengarungi air berlumpur di pundak mereka, mobil hampir seluruhnya tenggelam, dan tim pencari mengevakuasi warga lanjut usia dengan perahu karet pada puncak musim hujan.

“Dua ratus lingkungan telah terkena dampak menurut data terbaru,” kata Gubernur Jakarta Anis Baswedan kepada TV lokal Sabtu pagi, menambahkan bahwa lebih dari dua puluh pusat evakuasi telah disiapkan di seluruh kota.

“Hujan sudah reda, tapi air dari daerah lain terus melanda Jakarta. Kami berharap tidak sampai ke pusat kota dan saat air surut, masyarakat bisa kembali beraktivitas.”

Banjir datang di saat Indonesia sudah bergulat dengan jumlah kasus dan kematian tertinggi akibat Covid-19 di Asia Tenggara dan resesi ekonomi.

Badan Meteorologi Indonesia (BMKG) telah memperingatkan bahwa hujan lebat musim ini mungkin akan turun di dalam dan sekitar ibu kota padat penduduk dalam beberapa hari mendatang, dengan cuaca buruk, termasuk hujan lebat, petir dan angin kencang, diperkirakan akan terjadi sepanjang minggu depan.

READ  After scarlet witch [Spoiler], What's Next? Jack Schaeffer Presents Evidence - Deadline

“Ini masa kritis yang harus kita waspadai,” kata Dwikorita Karnawati, presiden BMKG.

“Jakarta dan sekitarnya masih dalam masa puncak musim hujan yang diperkirakan berlangsung hingga akhir Februari atau awal Maret,” imbuhnya.

Badan Meteorologi menyebutkan, Jakarta akan siaga empat hari ke depan, dengan data Badan Meteorologi menunjukkan hujan deras selama 24 jam terakhir dengan wilayah Kecamatan Pasar Mingo, Jakarta Selatan, mencatat curah hujan 226 mm sejak Jumat.