memo-x

Berita, komentar, dan fitur terbaru dari The Memo X

Ibu kota baru Indonesia kembali ditunda karena kasus Covit-19 menduduki puncak daftar pada Sabtu (5 Juni) dengan 1,85 juta.

Jakarta, 3 Juni (Bernama): Pemerintah Indonesia telah menghentikan rencana pembangunan ibu kota baru di Kalimantan Timur dan tidak akan mengalokasikan anggaran untuk tahun 2022 kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Proyek ini telah ditunda selama lebih dari dua tahun sejak diumumkan.

Pada sidang di depan Komite V DPR pada Jumat, perwakilan kantor berita Vietnam (VNA) dari PUPR mengatakan pemerintah telah bersikeras bahwa anggaran 2022 tidak dialokasikan.

Pada tahun 2022, kementerian mengusulkan anggaran sebesar Rp 100,46 triliun (lebih dari US$ 7 miliar), yang turun drastis dari Rp 149,81 triliun pada tahun 2021.

Sebelumnya, Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional mengatakan jumlah total yang dibutuhkan untuk memindahkan kota dari lokasi saat ini di Jakarta ke provinsi Kalimantan Timur adalah 486 triliun rupee, di mana 265,2 triliun akan dikumpulkan melalui kemitraan publik-swasta (PPP), $ 127,3 triliun dari dana khusus swasta dan $93,5 triliun dari APBN.

Kementerian Keuangan mengatakan bahwa pemerintah telah mengubah prioritasnya dalam memitigasi dampak Pemerintah-19. Kementerian mengumumkan belum mengalokasikan anggaran untuk proyek ibu kota baru tahun ini.

Sementara itu, kasus Covid-19 di Indonesia naik 6.594 menjadi 1.850.206 dalam sehari, sementara jumlah kematian naik 153 menjadi 51.449, kata kementerian kesehatan, Sabtu (5 Juni).

Selanjutnya 4.241 orang dipulangkan dari rumah sakit, sehingga jumlah total pasien yang pulih menjadi 1.701.784, menurut kementerian.

Virus tersebut telah menyebar ke 34 provinsi di Tanah Air.

Secara khusus, dalam 24 jam terakhir, 1.317 kasus baru dilaporkan di Jakarta, 1.092 di Jawa Tengah, 993 di Jawa Barat, 507 di Rio 50, dan 467 di Sumatera Barat.