memo-x

Berita, komentar, dan fitur terbaru dari The Memo X

Garuda Indonesia mengatakan telah setuju dengan lessor untuk pengembalian awal sembilan pesawat Boeing

JAKARTA (Reuters) – Garuda Indonesia akan mengembalikan sembilan pesawat Boeing 737-800NG yang disewa lebih cepat dari jadwal sebagai bagian dari kesepakatan untuk mengakhiri kebangkrutan, Chief Executive Officer Irfan Setiaputra mengatakan kepada Reuters, Senin.

Garuda dan lessornya, Aercap Ireland Limited, menandatangani perjanjian side letter global pada 28 Juli untuk menghentikan proses hukum, menyusul gugatan pailit Aercap Juni di Pengadilan Tinggi NSW, kata Garuda secara terpisah dalam pengajuan bursa.

Irfan mengatakan dalam pesan teks bahwa sembilan pesawat adalah jumlah total pesawat yang disewa AerCap, menambahkan bahwa rincian pengembalian masih dalam diskusi dengan lessor.

“Perusahaan telah sepakat, antara lain, untuk menerbangkan dan mengangkut sembilan pesawat sewaan Boeing B737-800NG ke lokasi yang disetujui,” kata pengajuan yang dikeluarkan pada akhir pekan.

Seorang juru bicara Aercap tidak segera tersedia untuk dimintai komentar.

Secara terpisah, Garuda muncul di pengadilan Indonesia setelah gagal membayar utang kepada perusahaan angkutan udara PT My Indo Airlines.

Garuda sedang mencoba untuk membawa kembali kelebihan pesawat karena gangguan perjalanan yang disebabkan oleh pandemi COVID-19, dan mencari penghentian lebih awal, sewa liburan atau rencana pembayaran per jam dalam upaya untuk mengurangi ukuran armada dan memotong biaya, pada sidang di Parlemen. [J9N2JW02B]

Hingga Juni, Garuda telah mengembalikan 20 pesawat kepada lessor dan sedang bernegosiasi untuk mengembalikan lebih banyak lagi.

Garuda hanya menerbangkan 41 pesawat dari 142 armadanya karena berkurangnya permintaan perjalanan akibat pandemi.

Maskapai juga mengatakan ingin mempertahankan tenaga kerja sesuai dengan jumlah pesawat.

Garuda, yang mempekerjakan lebih dari 7.800 orang sebelum pandemi, mengurangi 2.300 stafnya dengan menawarkan pensiun dini dan pemutusan kontrak.

(Laporan oleh Bernadette Christina Monta; Penyuntingan oleh Francesca Nanjoy dan Ed Davies)

READ  Analis di grup CIMB beragam meskipun hasil yang kuat untuk kuartal pertama unit Indonesia