memo-x

Berita, komentar, dan fitur terbaru dari The Memo X

Garuda Indonesia Dua Pertiga Angkatan Udara, SE Asia News & Top Stories

Jakarta (The Jakarta Post / Asia News Network) – Maskapai nasional Garuda Indonesia telah mendaratkan dua pertiga armadanya, dengan alasan masalah sewa dan persyaratan pemeliharaan.

Dalam laporan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia, Rabu (9/6), Garuda hanya mengoperasikan 53 dari 142 pesawat yang ada di armadanya.

Perusahaan mengatakan 39 dari pesawat non-performing sedang dalam perawatan. Tidak disebutkan status 50 pesawat yang tersisa, yang sebagian besar adalah pesawat Boeing 737-800 dan pesawat Bombardier CRJ1000.

Epidemi ini mengurangi jumlah pesawat yang beroperasi, dengan hanya 53 pesawat yang beroperasi untuk operasi bisnis perusahaan pada saat itu, tulis manajemen perusahaan.

Perusahaan terbuka ini menghadapi masalah keuangan yang berat karena rendahnya permintaan perjalanan udara domestik dan internasional.

Maskapai, yang menyewakan 95 persen armadanya, berusaha untuk membayar kembali banyak pesawat yang disewa untuk mengurangi biaya operasi.

“Perusahaan masih dalam pembicaraan dengan penyewa atas pesawat yang mendarat dan akan melanjutkan atau melanjutkan operasi mereka,” kata pernyataan itu.

Garuda belum menyampaikan laporan keuangan tahun 2020 secara penuh, namun laporan keuangan kuartal ketiganya menunjukkan kerugian bersih sebesar US$1,07 miliar (S$1,42 miliar) dalam sembilan bulan pertama tahun 2020.

Kementerian Perusahaan milik negara memperkirakan bahwa operator memiliki lebih dari $ 4,5 miliar utang dan kehilangan $ 100 juta per bulan.

Maskapai ini berusaha menyelamatkan pekerjaan dengan memotong upah, menunda pembayaran, mempercepat rencana pensiun dini dan memberhentikan pekerja kontrak.

“Per 31 Desember 2020, perusahaan memperkirakan upah yang belum dibayar lebih dari $23 juta,” kata pernyataan itu.

READ  Anggota GOT7, Jackson Wang, menandai proyek baru tersebut