memo-x

Berita, komentar, dan fitur terbaru dari The Memo X

Erlanga Hartarto bertemu dengan Menteri Ekonomi Jepang di Tokyo; Pembicaraan investasi dan pengembangan kapasitas

TEMPO.CODan Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Erlanga Hartarto memulai rangkaian kunjungan kerja ke Tokyo. Pada hari Senin, ia bertemu dengan Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang Koichi Hagiuda.

Di antara topik yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah pengembangan kerjasama dalam Forum 1.5 Jalur Dialog Publik-Swasta: Kemitraan Jepang-Indonesia untuk Berbagi Inovatif.

Erlanga mengatakan pemerintah Indonesia dan pemerintah Jepang telah menyepakati sejumlah bidang kerja sama, yaitu peningkatan kapasitas, teknologi digital, rantai pasokan, dan promosi industri hijau.

Ini termasuk proyek pengembangan sumber daya manusia bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Pelatihan Bekasi [BPPK] Atau lebih dikenal dengan CEVEST,” kata Airlangga di Jepang, Senin.

Airlangga juga menyinggung sejumlah isu penting yang masih mengemuka dalam diskusi tersebut, antara lain permintaan Indonesia akan akses pasar ekspor tuna kaleng ke Jepang. Hal ini terkait dengan fakta bahwa Thailand saat ini memiliki tarif yang lebih rendah untuk mengekspor tuna ke Jepang.

“Indonesia berharap Jepang dapat menurunkan tarif produk tuna Indonesia sehingga Indonesia memiliki level of play yang sama dengan negara-negara lain di kawasan,” ujarnya.

Mereka juga berbicara tentang investasi yang dilakukan oleh pemerintah Jepang di industri otomotif Indonesia. Menteri Hagiuda mengatakan kemajuan kerjasama otomotif antara kedua negara sudah sangat baik.

“Sejumlah perusahaan Jepang juga terus meningkatkan komitmen investasinya di Indonesia,” ujarnya merujuk pada komitmen Mitsubishi untuk mulai memproduksi kendaraan listrik di Indonesia mulai tahun depan.

Dia mengatakan Toyota dan Nissan juga akan mengembangkan produksi kendaraan listrik di Indonesia, karena Nissan berencana menggunakan teknologi ramah lingkungan dengan tetap memperhatikan penggunaan bahan bakar berbasis hidrogen.

Ali Ikhmad Nur Hedayah

READ  Ingin mempertahankan Papua di Indonesia? Mari kita bicara tentang rasisme

klik disini Untuk mendapatkan update berita terbaru dari Tempo di Google News