memo-x

Berita, komentar, dan fitur terbaru dari The Memo X

Djokovic menekankan ‘sense of crisis’ di hotspot viral di Indonesia Indonesia

Jakarta, 17 Juli (Bloomberg): Presiden Indonesia Joko Widodo mendesak para menterinya untuk menciptakan “sense of crisis” karena negara ini adalah tempat terburuk di dunia.

Djokovic, yang dikenal sebagai presiden, telah menyerukan penghentian program vaksinasi berbayar dan mengatakan kepada pejabat negara untuk tidak pergi ke luar negeri setelah resesi umum yang meluas, meminta penggunaan “kepekaan sosial,” kata Sekretaris Kabinet Brahmano Anung dalam sebuah pernyataan. Dia menambahkan bahwa mereka yang diberikan izin khusus oleh presiden dapat melakukan perjalanan internasional.

Kasus harian Pemerintah-19 di Indonesia mencapai 56.757 pada hari Kamis, turun dari 54.000 pada hari Jumat. Brasil mencatat lebih dari 45.500 epidemi pada hari Jumat, sementara Amerika Serikat meningkat lagi.

“Di era penertiban darurat ini, tentunya Presiden sudah menekankan bahwa harus ada rasa krisis di seluruh kementerian, lembaga, dan pimpinan,” kata Anung.

Foto-foto menteri yang terlihat di luar negeri dan perusahaan milik negara yang berencana menjual vaksin kepada individu telah memicu kemarahan dan pertanyaan mengapa perusahaan diizinkan mengambil untung dari timbangan. Dukungan untuk Djokovic tinggi karena epidemi – jajak pendapat Mei menunjukkan persetujuan 75,6% – wabah virus telah membuat orang tidak puas dengan meningkatnya jumlah epidemi dan kematian di antara organisasi yang tidak puas.

Indonesia

Semua vaksin akan gratis untuk individu, sedangkan harga dosis yang dibeli untuk program vaksinasi swasta akan diterima oleh pemberi kerja sesuai rencana semula, kata Anung.

Menteri Kesehatan Pudi Gunadi Sadiq menyesalkan bahwa suntikan itu dibeli dengan harga lebih tinggi karena program vaksinasi swasta yang diselenggarakan oleh Kamar Dagang dan Industri Indonesia lebih lambat daripada kampanye Perdana Menteri. Pemerintah memutuskan untuk menjual rekaman yang tidak digunakan kepada individu karena kemunduran proyek swasta. – Bloomberg

READ  Indonesia telah menjual hasil rendah sebagai hasil rendah sejak 2016