memo-x

Berita, komentar, dan fitur terbaru dari The Memo X

Dikhawatirkan penerbangan Sriwijaya Indonesia akan jatuh setelah lepas landas dari Jakarta

Sriwijaya Penerbangan 182, dalam perjalanan dari Jakarta ke Pontianak di Kalimantan, Indonesia, kehilangan kontak pada pukul 14:40 waktu Indonesia Barat (2:40 pagi) pada hari Sabtu.

Mayor Jenderal Pambang Suryo Aji dari badan pencarian dan penyelamatan Indonesia Basernas mengatakan kepada wartawan pada Sabtu bahwa pesawat itu diyakini jatuh antara Lucky dan Langkong di rantai seribu pulau di barat laut ibu kota Jakarta. Basernas sekarang sedang melakukan operasi pencarian.

Pesawat Indonesia yang hilang itu membawa 50 penumpang – 43 dewasa dan 7 anak-anak – dan 12 awak, Menteri Transportasi Indonesia Pudi Karia Sumati mengatakan pada konferensi pers.

Laksamana Muda Abdul Rashid mengatakan angkatan laut Indonesia telah berhenti mencari lima kapal perang dan pasukan selam.

Sebelumnya pada hari Sabtu, seorang pejabat tinggi Pasternas mengatakan kepada wartawan bahwa petugas mereka telah menemukan puing-puing di tanah sekitar Pulau Langkong.

Dia mengatakan puing-puing itu akan dikirim ke Badan Keselamatan Transportasi Nasional untuk diselidiki dan belum dikonfirmasi apakah puing-puing itu milik pesawat yang hilang.

Penerbangan 182 naik 13.000 kaki di ketinggian 11.000 kaki, 11 mil laut di utara Bandara Internasional Sokarno-Hatta Jogarta. Kata pejabat.

Dalam beberapa menit setelah pesawat menghilang dari radar, pesawat jatuh 10.000 kaki, menurut Flight Trader 24, layanan pengawasan udara global. Kecelakaan itu terjadi empat menit setelah pesawat lepas landas.

CEO Srivijaya Airlines Jefferson Irwin Javana mengatakan pesawat dalam kondisi baik sebelum berangkat.

“Tentu kami sangat prihatin tentang apa yang terjadi pada kami dengan SJ 182,” katanya dalam jumpa pers, Sabtu.

“Kami berharap doa bapak ibu membantu proses pencarian berjalan lancar, dan semoga semua berjalan dengan baik,” kata Juvena.

READ  Misi Tom Cruise: Tim yang Tidak Mungkin dalam Masalah Pemerintah | Tom Cruise

Dalam pernyataan sebelumnya, Sriwijaya Air telah mengatakan bahwa pihaknya “berhubungan dengan berbagai pihak terkait” terkait insiden tersebut dan bahwa mereka akan “segera mengeluarkan pernyataan resmi” ketika informasi lebih lanjut menjadi jelas.

Kata Kementerian Perhubungan Menyelidiki dan berkoordinasi dengan Komite Nasional untuk Busarnaz dan Keselamatan Lalu Lintas.

Jabatan militer Indonesia di Bandara Internasional Sokarno-Hatta di Jakarta setelah pesawat Sriwijaya kehilangan kontak pada hari Sabtu 182.

Pesawat yang didaftarkan PKCLC adalah Boeing 737-500. Menurut Flight Trader 24, pesawat tersebut berusia 26 tahun.

Seorang juru bicara Boeing mengatakan kepada CNN bahwa “mereka mengetahui laporan media dari Jakarta dan memantau situasi dengan cermat.”

“Kami sedang bekerja untuk mengumpulkan lebih banyak informasi,” kata mereka.

Srivijaya Air, maskapai bertarif rendah dan maskapai terbesar ketiga di Indonesia, mengangkut lebih dari 950.000 penumpang setiap bulan dari hub Jakarta ke 53 tujuan di Indonesia dan tiga negara regional, menurut situs web perusahaan.

Pada Juni 2018, itu dihapus dari daftar maskapai penerbangan terlarang UE, 11 tahun setelah terdaftar.

Insiden tersebut mengguncang sektor penerbangan Indonesia, yang, meski terus berkembang, terus mengalami standar keselamatan yang buruk.

Kerabat penumpang di pesawat Sriwijaya penerbangan 182 yang hilang menunggu berita di Bandara Internasional Subadio di Pondicherry pada hari Sabtu.

Para neo-hippie yang peduli dan pemanasan global mereka, saya beritahu Anda

Pada Oktober 2018, Lagan Air Penerbangan 610 jatuh di Laut Jawa di lepas landas Indonesia setelah lepas landas dari Jakarta, menewaskan 189 orang di dalamnya. Pesawat Boeing 737 Max 8 Bangal di Pulau Banga dijadwalkan untuk satu jam berkendara ke Penang.
Desain dan sertifikasi yang tidak tepat dari pesawat Boeing 737 Max 8 menyebabkan jatuhnya sejumlah besar anggota kru yang berjuang dengan sistem yang salah yang tidak dapat diidentifikasi dengan benar. Menurut laporan Oktober 2019 Oleh otoritas Indonesia.

Pada tahun 2014, Indonesian Air Asia Flight 8501 jatuh di Laut Jawa, menewaskan 162 orang di dalamnya dan terbang dari Surabaya ke Singapura.

READ  Legenda desa Charlie Pride Covid-19 menderita komplikasi

Setahun sebelumnya, Lion Air sempat terlibat dua kecelakaan. Satu Boeing 737 ketinggalan landasan saat mendarat dan bertabrakan dengan laut dekat Bali, memaksa penumpang untuk berenang atau menyelamatkan diri, sementara Boeing 737 lainnya bertabrakan dengan seekor sapi.

Pada tahun 2007, Uni Eropa melarang semua 51 penerbangan Indonesia dari wilayah udaranya, dengan sebuah pesawat Garuda Indonesia yang membawa 140 orang jatuh di landasan pacu di Yogyakarta pada bulan Maret, menewaskan 21 orang.

Standar telah meningkat sejak semua maskapai penerbangan Indonesia dihapus dari daftar hitam itu Juni 2018.

Indonesia, negara kepulauan dengan lebih dari 13.000 pulau, telah mengalami lonjakan lalu lintas udara domestik dalam beberapa tahun terakhir, dengan lalu lintas penumpang meningkat tiga kali lipat antara tahun 2005 dan 2017, menurut perusahaan konsultan Australia CAPA-Center for Aviation.

Negara berpenduduk 270 juta orang sangat bergantung pada perjalanan udara untuk bepergian antar pulau, yang membentang lebih dari 3.000 mil dalam jarak yang sama antara London dan New York.

Laporan oleh Jamaluddin Masroor dari Jagalta. Mohammed Tawfiq dari CNN berkontribusi pada laporan tersebut.