memo-x

Berita, komentar, dan fitur terbaru dari The Memo X

Crowdfunder Indonesia Under Bizhare Syariah mencari pendanaan Seri A untuk ekspansi | Gerbang Perdamaian

Jakarta – Crowdfunding ekuitas Indonesia di bawah Bizhare Syariah akan membuka putaran pendanaan Tier 1 pada kuartal terakhir tahun ini untuk mengumpulkan dana untuk ekspansi.

Bizhari memulai Departemen Syariah pada bulan Juli. Sebelumnya, lembaga crowdfunding tradisional memiliki 57.092 investor aktif pada akhir Juni, meningkat 346% dibandingkan bulan yang sama tahun lalu. Co-CEO Gatot Adhi Wibowo mengatakan saat ini perusahaan sedang mencari dana tambahan untuk memperluas basis penggunanya menjadi 22 juta pengguna.

“Pasarnya besar, kami ingin menargetkan setidaknya 10% Muslim Indonesia setelah kami mengamankan pendanaan Seri A,” katanya.

“Kami ingin mengedukasi lebih banyak orang untuk berkontribusi dalam mengakselerasi industri halal dengan menjadi bagian dari crowdfunding syariah. Setelah mereka memahami crowdfunding saham/surat berharga syariah, mereka bisa menjadi investor,” tambah Gatot.

Sebagian besar pengguna Bizhare adalah laki-laki berusia antara 25 dan 45, dari Jawa dan Sumatera.

Program Crdfunder berfokus pada pembiayaan usaha kecil, menengah dan mikro.

“Seperti diketahui, setengah dari 65 juta UMKM membatasi akses permodalan untuk mengembangkan usahanya. Dengan mengangkat instrumen ekuitas syariah di pasar, saya pikir ini adalah kesempatan kita untuk membantu mereka,” kata Gatot.

Perusahaan berencana untuk meluncurkan aplikasi bulan ini setelah putaran pendanaan pra-Seri A pada bulan Mei ketika mengumpulkan sekitar $520.000 dari investor termasuk AngelCentral, GK Plug and Play, GDILab dan Billy Boen.

Crdfunder bekerja sama dengan Komisi Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) untuk mempercepat pertumbuhan usaha kecil di industri halal dengan menjadi inkubator bagi UMKM untuk melatih mereka di bidang hukum, akuntansi, pemasaran, desain presentasi, dan perencanaan bisnis. , serta pembiayaan.

Sejak awal Juli, Bizhare Syariah telah mengucurkan dana sebesar Rp2 miliar ($140.000) untuk mendanai dua eksportir: Pasar Mikro SALSA yang akan memperluas jaringannya di seluruh pesantren di seluruh Jawa Tengah, dan perusahaan kecil SPBU Pertashop di Muara Enim, Sumatera Selatan.

READ  Batumbo, anak perusahaan Validus di Indonesia, mendapatkan lisensi pinjaman digital penuh dari OJK untuk meningkatkan inklusi keuangan bagi UKM

Perusahaan juga akan mengucurkan pendanaan untuk beberapa proyek mendatang antara lain Qumunitas Tani Business (pemasok beras), SPBU (SPBU) dengan Pondok Pesantren Azzikra, Pertashop dengan Pondok Pesantren Unggulan, serta pembiayaan sukuk bagi UMKM untuk mengekspor produknya.

© SalaamGateway.com 2021 Hak cipta dilindungi undang-undang