Pemkab Malang Kekurangan Truk Pengangkut Sampah

 

* Sampah di Pasar Lawang Keluarkan Bau Busuk

Malang, Memo X

Warga Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang resah dampak dari melubernya tumpukan sampah di Pasar Lawang. Laporan dari salah seorang pedagang di Pasar Lawang berinisial RMT. Warga merasa risih dengan tumpukan sampah yang tidak diangkut selama 1 minggu. Secara otomatis menimbulkan bau tidak sedap.

“Kami sering melakukan protes kepada Kepala Pasar Lawang, tapi tidak dihiraukan. Sehingga pedagang pasar meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) agar mengganti Kepala Pasar Lawang,” sebutanya, kemarin.

            Yang lebih jengkel lagi, kata RMT, dibelakang tempat tumpukan sampah itu adalah musholla. Sehingga mengganggu para pedagang atau pengunjung pasar yang hendak Sholat. Bahkan, setiap wisatawan yang mampir ke Pasar Lawang selalu merasakan bau tak sedap yang bersumber dari tumpukan sampah yang menggunung. “Kami minta kepala pasar Lawang supaya diganti atau di copot,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindagsar) Kabupaten Malang, Pantjaningsih Sri Redjeki mengatakan, jika pihaknya baru empat bulan melakukan penggantian Kepala Pasar Lawang.

Akan tetapi, untuk permasalahan sampah ini, pihaknya masih menunggu anggaran untuk melakukan pengadaan gerobak sampah. “Kami telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup, untuk menempatkan kountener sampah di area pasar Sampah,” sebutnya.

Kepala Disperindag Kabupaten Malang, Pantjaningsih Sri Redjeki.
(memo x/kik)

Selain itu Panca mengatakan, hal tersebut sangat dimungkinkan karena masih kurangnya tenaga kontrak dan alat penunjang untuk mengangkut sampah seperti gerobak dan beberapa alat lainnya. Menurutnya, ia akan terus berupaya melakukan fungsinya guna mengantisi permasalahan pengangkutan sampah di berbagai pasar daerah yang selama ini menjadi polemik.

“Kami terus berupaya menjalankan fungsinya dalam persoalan sampah di setiap pasar. Walau, dengan personil kebersihan dan alat angkut sampah yang seadanya. Minimal sampah tidak sampai meluber ke jalanan,” ungkapnya.

Panca menjelaskan, jika saat ini pihaknya masih menunggu anggaran untuk melakukan pengadaan gerobak sampah dan menambah 15 tenaga kontrak yang nantinya secara khusus bertugas sebagai tenaga kebersihan 2019 guna mengatasi masalah sampah di setiap pasar.

“Idealnya, untuk pasar kelas 1 seperti Lawang, Singosari, Kepanjen, Gondanglegi dan lainnya minimal ada empat gerobak sampah. Sedangkan 15 tenaga kontrak itu akan kami tugaskan sebagai tenaga kebersihan di pasar-pasar yang sangat membutuhkan adanya tambahan personel,” jelasnya.

Selain itu, tambah Panca, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang untuk ikut dalam memberikan pemahaman kepada para pedagang pasar supaya bisa perilaku membuang sampah pada tempatnya saat beraktifitas.

“Jadi butuh sinergitas tentang pengelolaan sampah ini. Karena, DLH kan punya program LISA (Lihat Sampah Ambil). Tapi program itu masih belum bisa dijalankan di dalam masyarakat,” pungkasnya. (kik/man)

  • I call this my weekend lifesaver.

    temason 3 Oktober 2018 11:28 Balas
  • Sure, it’s just another prolific kale smoothie recipe!

    temason 3 Oktober 2018 11:28 Balas
    • Combine in a blender and blend until smooth.

      temason 3 Oktober 2018 11:29 Balas
  • Coffee Break, we all need it!

    temason 3 Oktober 2018 11:28 Balas
  • Chia Pudding Dessert 🙂

    temason 3 Oktober 2018 11:29 Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: