memo-x

Berita, komentar, dan fitur terbaru dari The Memo X

CATL Berkolaborasi dengan Perusahaan Negara Indonesia dalam Proyek Baterai EV senilai $6 Miliar

By P.R. Venkat

Kontemporer Amperex Technology dan dua perusahaan milik negara di Indonesia berencana untuk mengembangkan proyek integrasi baterai kendaraan listrik senilai $6 miliar, membangun pergeseran industri otomotif yang lebih besar menuju kendaraan bertenaga baterai.

Sebuah unit CATL yang terdaftar di Shenzhen, PT Aneka Tambang Indonesia dan PT Industri Baterai Indonesia telah menandatangani perjanjian untuk mengembangkan proyek di provinsi Maluku Utara Indonesia dan bagian lain negara itu, kedua perusahaan mengatakan dalam sebuah pernyataan bersama pada hari Jumat.

Proyek ini akan fokus pada penambangan dan pemrosesan nikel, bahan baterai, dan pembuatan baterai, serta daur ulang baterai, kata pernyataan itu.

Pembuat mobil global menggelontorkan miliaran dolar untuk mendirikan pabrik mobil listrik dan pabrik baterai lithium-ion, karena permintaan kendaraan bertenaga listrik tumbuh. Pemerintah di seluruh dunia juga semakin mendorong e-mobilitas sebagai bagian dari upaya untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan mencapai tujuan perubahan iklim.

Pada bulan Januari, General Motors mengumumkan rencana untuk menginvestasikan miliaran dolar dalam produksi truk pickup listrik di Michigan. Perusahaan AS berencana untuk menghabiskan $ 4 miliar untuk mengkonversi pabrik perakitan untuk membangun truk listrik dan membagi biaya pabrik baterai $ 2,6 miliar dengan mitra Korea Selatan LG Energy Solution Ltd.

CATL mengatakan proyek Indonesia akan memperluas kehadirannya dan memastikan penyediaan bahan baku dan sumber daya utama, mengurangi biaya produksi dan mempromosikan pengembangan bisnis daur ulang baterai.

Bagi CATL, proyek Indonesia akan menjadi proyek kedua di luar China. Awal bulan ini, dikatakan perusahaan telah memenangkan persetujuan untuk mengoperasikan pabrik produksi sel baterai baru dari Thuringia, Jerman. CATL mengharapkan untuk meluncurkan sel pertama pada akhir tahun ini.

READ  Pembuat iPhone Foxconn menandatangani kemitraan dengan Indonesia

Pasar mobil listrik juga sedang booming di China, di mana perusahaan seperti Tesla Inc. dan XPeng Inc. dan Nio Inc. Pabrik di daratan. Beberapa analis memperkirakan bahwa kendaraan energi baru akan mencapai 80% dari penjualan mobil di negara itu pada tahun 2030.

“Kesepakatan kerangka kerja yang kami tandatangani hari ini sangat penting bagi Indonesia karena kami berupaya membangun ekosistem kendaraan listrik,” kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Menulis ke PR Venkat di [email protected]