memo-x

Berita, komentar, dan fitur terbaru dari The Memo X

Buruh Bertamina Indonesia berencana mogok kerja untuk memastikan pasokan bahan bakar

7 April 2018, SPBU Bertamina di Labuan Pajo, Pulau Flores, Indonesia. REUTERS / Henning Gloystein

Daftar sekarang untuk akses gratis tanpa batas ke Reuters.com

JAKARTA, 22 Des (Reuters) – Perusahaan energi milik negara Indonesia PT Bertamina pada Rabu mengatakan “penting” untuk memastikan pasokan bahan bakar, dengan para pekerja merencanakan pemogokan sepuluh hari minggu depan, karena permintaan bahan bakar umumnya meningkat ketika orang bepergian setiap tahun. – Liburan.

Pekerja di perusahaan bahan bakar terbesar di negara itu akan melakukan pemogokan nasional dari 29 Desember hingga 7 Januari menyusul kegagalan serikat pekerja untuk mencapai kesepakatan dengan manajemen mengenai peraturan ketenagakerjaan.

“Manajemen memitigasi segala kondisi untuk memastikan operasi perusahaan tetap berjalan lancar,” kata Bertamina dalam sebuah pernyataan, seraya menambahkan bahwa pihaknya terbuka untuk berdialog.

Daftar sekarang untuk akses gratis tanpa batas ke Reuters.com

Perusahaan telah mengeluarkan tender menuntut hingga 1,2 juta barel diesel berkecepatan tinggi (HSD) untuk pengiriman Januari karena berusaha untuk memotong pasokan.

7-12 Januari, Januari Perusahaan sedang mencari tiga kiriman untuk dikirim antara 13-18 dan 19-24 Januari, masing-masing dengan maksimum 400.000 barel, dokumen tender menunjukkan.

Tender dibuka hingga 23 Desember dan berlaku hingga 24 Desember.

Tidak jelas berapa banyak pekerja di Fertamina yang akan mogok atau mengapa pembicaraan gagal, tetapi serikat pekerja mengatakan pemogokan akan berakhir lebih cepat dari yang diharapkan jika tuntutannya dipenuhi.

Daftar sekarang untuk akses gratis tanpa batas ke Reuters.com

Laporan oleh Francisco Nangoi di Jakarta, Jessica Jagannathan dan Kaustav Samantha di Singapura; Diedit oleh John Gaddy dan Barbara Lewis

Standar kami: Prinsip Kepercayaan Thomson Reuters.

READ  Indonesia Kepulauan Rio, Kalimantan Utara karena kasus COVID-19 yang didatangkan dari Malaysia: Menteri Kesehatan