memo-x

Berita, komentar, dan fitur terbaru dari The Memo X

Berkomitmen pada ESG, Pertamina Menjadi Pilar Pencapaian Target Net Zero Emission Indonesia, Berita Bisnis

Jakarta, IndonesiaDan 30 Desember 2021 /PRNewswire/- Sri Mulyani IndrawatiMenteri Keuangan menilai PT Pertamina (Persero), Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terbesar di Indonesia di bidang energi, merupakan pilar dalam mewujudkan pemerintahan. Indonesia Targetkan emisi nol bersih pada tahun 2060.


Dengan menerapkan ESG di semua operasinya, Pertamina berkomitmen untuk mencapai tujuan pemerintah yaitu Net-Zero Emission dan mengembangkan ekosistem baru dan terbarukan di Indonesia.

“Sebagai perusahaan energi, Pertamina memiliki tanggung jawab besar untuk menjadi pilar pencapaian net zero emission,” ujarnya dalam webinar Pertamina Energy 2021. JakartaSelasa (12/7/2021).

Menurut Sri Mulyani, target net zero emisi menerapkan prinsip keterjangkauan dan kewajaran. Ini berarti bahwa penghasil karbon memikul tanggung jawab yang lebih besar daripada yang lain. Sektor energi telah berkontribusi dalam pengurangan emisi karbon dan menempati urutan kedua setelah hutan dan penggunaan lahan lainnya (FoLU).

Menurut Menkeu, sektor FoLU diharapkan mampu menurunkan emisi sebesar 700 juta ton setara karbon dioksida Rp 90 triliun untuk mencapai tujuan pengurangan emisi sebesar 41% pada tahun 2060. Sementara itu, sektor energi bertujuan dengan kontribusi untuk mengurangi 450 juta ton setara karbon dioksida hingga 3500 Triliun Rupiah. “Sama sekali berbeda. Energi adalah sektor yang mahal. Namun, penting bagi masyarakat, dan penting untuk mengurangi CO2 setelah FoLU,” kata Sri Mulyani.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Igo Syahrial mengatakan: Indonesia Ia memutuskan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dari sektor energi sebesar 314 juta ton setara karbon dioksida dengan upayanya dan 466 juta ton setara karbon dioksida dengan bantuan internasional. Menurut presiden Goku Widodo arah masuk polisi 26 di sebuah Glasgow, SkotlandiaDan Indonesia Dapat berkontribusi pada pencapaian tujuan NZE. Salah satu upaya yang dilakukan adalah pemanfaatan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) baik untuk PLTS skala kecil, PLTS terapung, maupun PLTS skala besar.

READ  Swedia mendukung acara United Nations Development Programme tentang hak asasi manusia dalam operasi bisnis Indonesia

“Atas nama Departemen ESDM, kami mengapresiasi Pertamina untuk mulai menggunakan PLTS, baik melalui program green power plant di SPBU, pemasangan di gedung perkantoran, dan fasilitas lainnya,” ujarnya.

Eman Rahman, Direktur Strategi, Portofolio, dan Pengembangan Usaha (SPPU) PT Pertamina (Persero), menyatakan sebagai perusahaan energi nasional dan Indonesia Perusahaan milik negara terbesar, Pertamina memainkan peran penting dalam mendorong transisi energi negara dan mengurangi emisi. Pertamina mendukung langkah pemerintah untuk mencapai emisi nol karbon bersih pada tahun 2060.

‘Untuk mendukung Indonesia Dalam rangka pencapaian net zero emisi, Pertamina menargetkan penurunan emisi karbon menjadi 81,4 juta ton setara karbon dioksida pada tahun 2060.”

Menurut dia, Pertamina telah menyiapkan transisi energi melalui Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) tahun 2020-2024 dengan sasaran penurunan emisi karbon dioksida sebesar 29% pada tahun 2030. Hingga tahun 2020, Pertamina telah berkontribusi dalam penurunan emisi sebesar 27,08% dari baseline tahun 2010, yang sangat signifikan dibandingkan dengan target nasional sebesar 26 persen.

Iman menambahkan, aspirasi Pertamina untuk menerapkan energi hijau dan berkelanjutan telah diterjemahkan ke dalam delapan pilar transisi energi. Di antaranya peningkatan spesifikasi kilang Pertamina untuk menghasilkan bahan bakar ramah lingkungan, pengembangan lebih lanjut bioenergi berupa biomassa dan bioetanol, peningkatan kapasitas terpasang panas bumi, dan pengembangan green hydrogen.

Pertamina juga berperan strategis dalam produksi dan pengembangan ekosistem baterai di Indonesia. Pertamina juga berkomitmen untuk mempromosikan gasifikasi terintegrasi, membantu pelanggan kami di sektor transportasi, rumah tangga dan industri mengurangi emisi. Di bidang ketenagalistrikan, dia menyatakan bahwa BUMN ini juga meningkatkan penggunaan energi baru, terbarukan, dan rendah karbon, sehingga mengurangi jejak karbon kita.

READ  Program tangki menengah di Indonesia menampilkan transportasi Alison

Ia menyimpulkan, “Kami juga sedang menggarap pengembangan Carbon Capture, Use and Storage (CCUS) dengan menggunakan karbon untuk meningkatkan produksi di beberapa lapangan migas serta fokus pada penerapan energi hijau di perusahaan.”