memo-x

Berita, komentar, dan fitur terbaru dari The Memo X

Bangladesh dan Indonesia perlu bekerja sama sebagai mitra: Presiden BGMEA

Ketua Asosiasi Produsen dan Eksportir Garmen Bangladesh (BGMEA) Farooq Hassan mengatakan Bangladesh dan Indonesia perlu melihat satu sama lain sebagai teman dan mitra yang komprehensif dan memperluas kerja sama untuk mencapai kesejahteraan bersama.

Dalam pertemuannya dengan Duta Besar Indonesia untuk Bangladesh Hiro Hartanto Sopolo pada hari Minggu, Ketua BGMEA mengatakan keterlibatan kolaboratif sangat penting untuk mengidentifikasi peluang dan cara untuk mencapainya.

Pertemuan penyambutan yang diadakan di KBRI tersebut dihadiri oleh Wakil Presiden BGMEA Shahidullah Azim, Direktur Advokat Vidya Amrit Khan dan Ketua Komite Tetap BGMEA Shams Mahmood.

Mereka membahas berbagai isu terkait perdagangan dengan fokus khusus pada kemungkinan cara kerja sama antara Bangladesh dan Indonesia untuk membuka potensi perdagangan timbal balik.

Mereka juga membicarakan bagaimana kedua negara dapat saling melengkapi untuk mengembangkan industri tekstil RMG.

Sektor RMG di Bangladesh sangat mementingkan diversifikasi produk, terutama garmen non-katun dan tekstil teknis bernilai tinggi, menurut BGMEA.

Baca: Presiden BGMEA Apresiasi Pejabat Pemerintah AS Soal Langkah Besar Industri RMG

Kepala BGMEA mengatakan bahwa sementara sektor tekstil Indonesia dapat memenuhi permintaan dari sektor RMG di Bangladesh untuk serat sintetis, Indonesia dapat mengimpor pakaian jadi dari Bangladesh.

Ini akan menciptakan situasi win-win bagi kedua negara, tambahnya.

Ketua BGMEA mengundang Duta Besar untuk “Made in Bangladesh Week” dan juga RMG Indonesia dan pengusaha tekstil untuk berpartisipasi dalam acara selama seminggu.

BGMEA dalam kemitraan dengan Bangladesh Apparel Exchange akan menyelenggarakan acara besar di Dhaka dari 12-18 November tahun ini untuk meningkatkan industri garmen Bangladesh secara global dan menunjukkan kekuatannya.