memo-x

Berita, komentar, dan fitur terbaru dari The Memo X

Australia dan Indonesia berkomitmen untuk memerangi wabah penyakit mulut dan kuku

JAKARTA, Indonesia (AP) – Kepala Dinas Pertanian Australia bertemu dengan Menteri Pertanian RI pada Kamis untuk membahas cara menghentikan wabah penyakit mulut dan kuku yang telah menginfeksi ratusan ribu ternak di Indonesia dan mencegah wabah menyebar ke Australia.

Penyakit ini terdeteksi di provinsi Aceh dan Jawa Timur di Indonesia pada Mei dan telah menyebar ke 20 provinsi lain, termasuk Bali, dalam dua bulan terakhir.

Menteri Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Australia Murray Watt bertemu dengan Menteri Pertanian Indonesia Siahrul Yasin Limbu dan berjanji mendukung upaya Indonesia untuk menahan wabah di tetangga terdekat Australia.


“Penyakit kaki dan mulut akan berdampak signifikan pada pertanian Australia jika mencapai pantai kita,” kata Watt dalam sebuah pernyataan sebelum kunjungannya. “Kami mengambil langkah-langkah praktis untuk mencegah hal ini.”

Penyakit mulut dan kuku – penyakit virus akut dan sangat menular dari hewan berkaki terbelah yang kadang-kadang menular ke manusia – menyebar dengan cepat ke seluruh Indonesia, yang telah bebas wabah selama 32 tahun, sebelum dikatakan terinfeksi oleh sapi impor. Dari india.

Indonesia, yang berjuang untuk mengatasi peningkatan jumlah tersebut, telah membentuk satuan tugas dan memerintahkan pemusnahan lebih dari 3.600 ternak yang terinfeksi.

Hingga Kamis, lebih dari 366.000 hewan telah terinfeksi di 22 provinsi, sebagian besar di pulau terpadat di Jawa dan Sumatera. Setidaknya 2.400 hewan telah mati karena penyakit itu, menurut data resmi dari Satuan Tugas Pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku Nasional.

Limbaugh mengatakan kementeriannya bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan bersama-sama mereka telah mendistribusikan obat-obatan, antibiotik, vitamin, penguat kekebalan dan desinfektan kepada petani dan peternak.

READ  Indonesia telah menjadi negara mobile gaming utama di Asia Tenggara