memo-x

Berita, komentar, dan fitur terbaru dari The Memo X

Andom Indonesia menargetkan memproduksi 50.000-100.000 d nikel sulfat per tahun pada tahun 2024

Jakarta, Feb. Dikatakan di Parlemen pada hari Senin.

Indonesia adalah produsen nikel terkemuka di dunia, dan berupaya untuk mengembangkan rantai pasokan nikel lengkap, mulai dari ekstraksi dan kemudian diproses menjadi logam dan bahan kimia yang digunakan dalam baterai, kendaraan listrik (EV).

EV Indonesia Agas Tajahana, Ketua Tim Akselerasi Proyek Baterai, mengatakan produksi prekursor dan katoda yang digunakan pada baterai juga direncanakan pada tahun 2024 dengan kapasitas produksi 120.000-240.000 ton per tahun.

“Nikel sulfat … pionir dan katoda … akan digunakan terutama untuk kebutuhan industri dalam negeri dan ekspor,” kata Agung.

Produksi prekursor dan katoda dilakukan oleh perusahaan energi negara B.T. Itu akan dilakukan oleh perusahaan patungan antara Bertamina dan perusahaan tambang milik negara Indonesia (Mind ID).

Perusahaan EV menargetkan untuk memulai produksi kendaraan tahun depan, tanpa memberikan rincian tentang perusahaan tersebut, tambah Agas. (Pelaporan sebelumnya oleh Bernadette Christina oleh Pathin Ungu Editing oleh Ed Davis)

READ  Vaksin AS tersedia untuk Indonesia karena Tehan membatalkan kunjungan