memo-x

Berita, komentar, dan fitur terbaru dari The Memo X

Anak-anak paling terpengaruh ketika anak-anak meninggal karena penyakit Pemerintah-19 di Indonesia

Angka kematian virus corona pada orang di bawah usia 18 tahun di Indonesia tiga kali lebih tinggi dari rata-rata dunia. Dampak terbesar pada kematian baru-baru ini terlihat pada anak-anak di bawah satu tahun

Anak-anak sekarat pada tingkat yang berbahaya di Indonesia

Di Indonesia, anak-anak meninggal pada tingkat yang berbahaya akibat virus corona karena kasusnya tiga kali lebih tinggi dari rata-rata global.

Ada peningkatan kasus dan kematian di negara Asia sejak varian delta yang sangat menular tiba di sana pada Juli.

Sebanyak lebih dari 1.272 anak telah meninggal, menurut angka kementerian kesehatan.

Dr Aman Bhakti Pulungan, Presiden Ikatan Dokter Anak Indonesia, telah membuat kemajuan luar biasa terbaru di antara mereka yang bahkan belum mencapai ulang tahun pertamanya.

Menurut angka mereka yang dirilis pada Selasa, 24 Agustus, kematian di bawah usia 18 tahun adalah sekitar 1% dari total kematian teluk Indonesia, yang jauh lebih tinggi dari rata-rata dunia sebesar 0,3%.

Rata-rata global dilaporkan oleh UNICEF dan didasarkan pada data dari 79 negara.



Lebih dari 1.700 anak telah meninggal karena Pemerintah
(

Gambar:

Getty Images / IM)




Statistik resmi menunjukkan bahwa lebih dari setengah juta anak Indonesia telah dinyatakan positif sejak wabah dimulai.

Meskipun ada kekhawatiran bahwa jumlah sebenarnya mungkin terlalu tinggi karena pengujian secara tradisional rendah di antara anak-anak.

Negara ini meluncurkan vaksinasi massal pada Januari 2021 dan sejak Juni semua orang yang berusia di atas 12 tahun telah disetujui untuk divaksinasi.

Para ahli percaya bahwa kemiskinan adalah penyebab utama kematian pada anak-anak.



Kemiskinan dipandang sebagai faktor yang dilebih-lebihkan
(

Gambar:

Gambar Getty)




Banyak anak yang hidup dalam kemiskinan terpapar polusi udara yang parah, banyak generasi keluarga yang tinggal di daerah krisis, gizi buruk, faktor budaya dan kurangnya akses ke informasi, diagnosis dan pengobatan.

Mereka memiliki kondisi dasar seperti obesitas, diabetes, penyakit jantung dan kekurangan gizi, yang meningkatkan risiko penyakit gondok.

Gangguan pernapasan seperti TBC dan asma juga lebih sering terjadi dan sangat sulit bagi anak-anak untuk lepas dari penyakit covid yang menyerang paru-paru.

READ  Fiji bahas kerja sama perdamaian dengan Indonesia