Akui Kesulitan Tangkap Tersangka

Polres Sumenep Lalai Tangani Kasus Pencabulan

Sumenep, Memo X
Kasus pencabulan anak usia dini yang dilaporkan orang tua korban tanggal 21 Agustus 2018, (warga Desa Banraas), Kecamatan Dungkek, sampai saat ini masih belum ada kejelasan dari pihak Polres Sumenep.


Kini orang tua korban Muji bersama kuasa hukumnya kembali mendatangi Polres Sumenep Jum’at, (15/03/19), mereka menanyakan tindak lanjut laporan kasus pencabulan di bawah umur yang menimpa putrinya inisial RM umur 14 tahun, yang diduga dilakukan oleh pelaku inisial KU warga Dusun Baru, Desa Banraas, Kecamatan Dungkek.


Kamarullah, SH selaku kuasa hukum korban mengutarakan, bahwa sejak pelaporan ke PPA Polres Sumenep, dengan No: LP/227/VIII/2018/JATIM/RES/SMP/21 Agustus 2018 lalu. Kasus tersebut tidak ada tindak lanjut dari pihak Polres, dan pelaku belum juga ditangkap. “Kami terpaksa datang ke Polres, karena laporan pencabulan sampai saat ini belum ada perkembangan dari penyidik, dan pelaku belum juga ditangkap,” katanya kemarin.


Kamarullah kuasa hukum korban, merasa kecewa atas kinerja Polres Sumenep, karena perkara ini dinilai lamban dan tidak ada kepastian. Apabila dalam jangka satu bulan kasus ini tidak ada titik terang, maka dirinya selaku kuasa hukum korban akan melaporkan persoalan ini ke Propam Polda Jatim.


Muji selaku orang tua korban, menuturkan peristiwa pencabulan tersebut terjadi di rumah nenek RM sekira pukul 01.00 wib. “Sewaktu RM tidur di rumah neneknya, ada ketukan pintu dari luar pada tengah malam. Lalu korban RM membuka pintu tersebut dan dengan dipaksa oleh KU (terlapor) mendorong RM ke dalam kamar lalu melakukan tindakan bejatnya,” ungkap Muji.


Sementara itu Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Moh. Hery mengatakan, bahwa Polres akan serius menangani kasus ini. Penyidik sudah memeriksa 4 orang saksi, serta menetapkan tersangka. “Polres akan menangani kasus ini dengan serius kok, dan SP2HP diberikan kepada keluarga korban, hanya saja polisi kesulitan untuk menangkap tersangka, karena setiap petugas ke lokasi untuk melakukan penangkapan, tersangka selalu tidak ada,” pungkasnya. (sen/edo/jun)

%d blogger menyukai ini: