pariwisata kabupaten malang

Menu

Terungkap Tiga Pasutri Tukar Pasangan di Surabaya, Satu Hamil

  Dibaca : 16 kali
Terungkap Tiga Pasutri Tukar Pasangan di Surabaya, Satu Hamil
RILIS : Wakil Direktur Reskrimum Polda Jatim, AKBP Juda Nusa Putra, di Mapolda Jatim. (ist)
space ads post kiri

#Pelaku Pesta Seks Komunitas Swinger akan Diperiksa Kejiwaannya


Surabaya, Memo X

Polisi mengungkap kasus pertukaran pasangan atau swinger. Kasus ini melibatkan beberapa pasangan di Surabaya. Bahkan salah satunya dalam keadaaan hamil. Wadireskrimum Polda Jatim AKBP Juda Nusa Putra mengatakan ada tiga pasangan suami istri yang diamankan. Namun hanya satu pelaku yakni Eko yang diamankan karena yang mengkoordinir.

“Ada tiga pasangan suami istri yang kami amankan namun hanya pelaku bernama Eko yang jadi tersangka. Pertukaran pasangan ini sudah berlangsung tiga kali,” kata Juda kepada wartawan saat rilis di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Selasa (9/10/2018).

Juda menjelaskan modus yang dilakukan tersangka yakni mengajak atau menawarkan pasangan suami istri lain untuk bertukar pasangan. Ajakan ini dilakukan melalui media sosial twitter. Ajakan itu juga bersyarat yakni istri harus berumur 22 tahun dan suami berumur 29 tahun. Mirisnya, Eko juga mengajak istrinya yang sedang hamil saat melakukan penyimpangan seksual itu.

“Tersangka mengajak bertukar pasangan bersama di sebuah hotel bintang tiga. Ironisnya, istri tersangka yang sedang hamil ikut dilibatkan,” tambahnya.

Sementara untuk tarif yang dikenakan, Juda mengatakan pelaku mematok tarif Rp 750 ribu. Pembayarannya pun bisa dilakukan melalui dua tahap yakni bisa melalui pembayaran di awal (dp) dan bisa dilunasi sisanya usai bertemu.

Untuk barang bukti, polisi mengamankan sembilan pakaian dalam, uang tunai Rp 750 ribu, enam lembar buku nikah asli, satu lembar tagihan hotel, dua buah alat kontrasepsi, dan empat telepon genggam.

Polisi menjerat Eko dengan pasal 296 KUHP dan atau pasal 506 KUHP, tentang tindak pidana memudahkan perbuatan cabul dan atau mengambil keuntungan dari pelacuran perempuan dengan ancaman hukuman pidana empat tahun penjara.

Pelaku swinger atau tindak seksual dengan saling bertukar pasangan diindikasi memiliki kelainan jiwa yakni perilaku seks menyimpang. Untuk memastikan hal ini, polisi akan memeriksa keenam pelaku yang diamankan di sebuah hotel di Lawang, Malang.

“Pemeriksaan ini dilakukan psikiater rumah sakit Bhayangkara Polda Jatim untuk mengetahui kondisi kejiwaan, apakah ada peristiwa masa lalu yang mengakibatkan pelaku berbuat seperti itu,” ujar Kasubdit Renakta Direskrimum Polda Jatim AKBP Yudhistira Midyawan, Selasa (17/4/2018).

Pihaknya juga mengaku akan terus mengembangkan kasus yang pertama kali terungkap tersebut, karena kuat dugaan ada pelaku utama dari komunitas yang lain.

“Ini adalah fenomena gunung es, jelas dari setiap pelaku swinger itu juga melakukan hal serupa kepada pasangan lain. Ini kan semacam kelainan fantasi seksual yang sama, senang melihat pasangannya bermain dengan orang lain dan berulang-ulang,” lanjutnya.

Seperti yang dikatakan Yudhi, setiap istri dari pasangan swinger mengaku takut ditinggal menikah lagi jika dirinya enggan menuruti hasrat seksual menyimpang suaminya. Yudhi menambahkan berdasarkan pengakuan ini juga bisa menjadi hal untuk menjerat pelaku.

“Tapi masih perlu kami dalami lagi, apakah ini benar. Makanya kami tunggu hasil tes psikologinya. Kita kan tahu hukuman bagi pelaku asusila seperti ini sangat ringan,” tandasnya.

Pelaku yang memenuhi unsur pidana dalam kasus kali ini hanya satu orang yakni admin dalam grup WhatsApp Sparkling. Untuk sisanya kemungkinan bebas dan hanya ditetapkan sebatas saksi.

Untuk diketahui, kasus ini terungkap setelah tim unit asusila Subdit Renakta Ditreskrimum Polda Jatim membuntuti delapan pasangan yang diduga akan menggelar pesta seks. Sebelum ke Malang, para pelaku mencari hotel di wilayah Tretes Pandaan Pasuruan, tetapi semua kamar hotel penuh.

Kemudian mereka bergerak menuju ke Malang dan menemukan kamar yang nantinya sebagai lokasi penggerebekan. Karena kamar sempit, lima pasangan memutuskan kembali pulang dan tersisa tiga pasangan. “Kunci serep tidak ada, terpaksa kita dobrak pintu kamar dan mereka ditemukan dalam kondisi tanpa pakaian,” tambahnya.

Sementara itu, pelaku diketahui berasal dari berbagai macam kalangan profesi dan berasal dari keluarga menengah ke atas. Anggota komunitas yang dikendalikan Tri Harso Djoko ini juga diketahui berasal dari berbagai daerah hingga luar Jawa Timur. (dtk)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional