pariwisata kabupaten malang

Menu

Babinsa Desa Pondok Agung Koramil 0818/03 Kasembon

  Dibaca : 128 kali
Babinsa Desa Pondok Agung Koramil 0818/03 Kasembon
KELINCI :Serda Hariyadi bersama dengan Kelinci peliharaannya yang kini menjadi tambahan perekonomian bagi keluarga
space ads post kiri

Hanya Bermodal 600 Ribu
Serda Hariyadi Sukses Sebagai Peternak Kelinci Unggulan


Memo X Malang

Kodim 0818 Kab Malang-Batu kembali menemukan sosok anggota Babinsa yang berhasil menjadi peternak Kelinci unggulan berjenis New Zealand dari Desa Pondok Agung Kecamatan Kasembon
Kabupaten Malang.

Keberhasilan Serda Hariyadi dalam bidang membudayakan ternak Kelinci tidak terlepas berkat kegigihannya untuk terus belajar secara mandiri. Diselah selah kesibukan dirinya sebagai anggota Babinsa Desa Pondok Agung Koramil 0818/03 Kasembon.

Kepada Memo X Serda Hariyadi menuturkan, “Ternak Kelinci tersebut sudah berjalan sekitar 1 tahunan dan Alhamdulillah sudah berjalan lancar dan berkembang .Meskipun omset masih belum memenuhi target.

Perlu diketahui Kecamatan Kasembon dikenal sebagai salah satu wilayah penghasil durian. Mayoritas warga di Kecamatan Kasembon ini berprofesi sebagai petani,”ujarnya.

Dirinya juga menjelaskan, “Saya sendiri asli putra daerah Kecamatan Kasembon ,kegiatan ini sengaja saya tekuni secara mandiri sebagai bekal memasuki masa purnabakti.

Usaha beternak Kelinci ini saya jalani sejak tahun 2017 dengan modal sebesar Rp 600.000,- untuk dibelikan sepasang indukan kelinci jenis New Zealand.

Dari hasil indukan tersebut hingga saat ini sudah berkembang menjadi 10 pasang indukan dan 50 ekor kelinci produktif dan siap untuk dikonsumsi,”terangnya.

Serda Hariyadi juga menceritakan harga dan proses pemasaran Kelincinya.Dalam bidang pemasaran
Serda Hariadi bermitra dengan para peternak di wilayah Kecamatan Kasembon.

Berkat kesabaran dan keuletannya dalam beternak kelinci, Serda Hariadi mampu memperoleh keuntungan yang lumayan. Harga jual kelinci jenis New Zealand pedaging perkilo sebesar Rp30.000,- (bobot perekor kurang lebih 3-4 kg). Untuk anak kelinci usia 2 bulan sebesar Rp100.000,-.

Jika dijual untuk kepentingan penelitian kampus, kelinci usia 5 bulan dengan bobot minimal 2,5 kg seharga Rp170.000.Harga kelinci jenis Rex untuk sepasang indukan sebesar Rp600.000.

Sedangkan anakan usia 2,5 bulan Rp100.000,-. Kelinci usia 5 bulan bobot mencapai 2,5 kg untuk pedaging dengan harga perkilo Rp35.000,-.

Selain mendapatkan keuntungan dari penjualan kelinci, Serda Hariadi juga mendapatkan keuntungan dari penjualan urine kelinci yang digunakan untuk pupuk dan pengusir hama tanaman dengan harga sebesar Rp3.000,-/liter.

Dalam satu hari hasil urine kelinci yang dapat dikumpulkan mencapai 2 liter. Urine tersebut dijual ke para petani di sekitar tempat tinggalnya. Serda Hariadi mengakui bahwa permintaan urine kelinci sangat tinggi dikarenakan harganya lebih terjangkau, juga lebih ramah lingkungan.

Keberhasilan Serda Hariadi dalam beternak kelinci tidak serta merta menurunkan kinerjanya sebagai seorang Babinsa yang merupakan ujung tombak dari Satuan Komando Kewilayahan namun keberhasilan tersebut menjadi suatu cambuk untuk lebih meningkatkan keprofesionalan Serda Hariadi sebagai seorang Prajurit TNI.(fik)

Editor:
KOMENTAR

1 Komentar

  1. Eko Harmandi Manggala Putra

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional