pariwisata kabupaten malang

Menu

Tanggul Penahan Lumpur Sidoarjo Ditinggikan

  Dibaca : 14 kali
Tanggul Penahan Lumpur Sidoarjo Ditinggikan
LAPINDO : Tanggul penahan lumpur Sidoarjo yang ambles di titik 67 di Desa Gempol Sari, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo mulai ditinggikan. (ist)
space ads post kiri

Sidoarjo, Memo X
Tanggul penahan lumpur Sidoarjo yang ambles di titik 67 di Desa Gempol Sari, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo mulai ditinggikan. Dua ekskavator terlihat sedang melakukan peninggian tanggul.

Menurut Humas PPLS Hengky Listria Adi tanggul selain peninggian tanggul, pemindahan air yang berada di pond (kolam) terus dilakukan. “Air yang berada di pond tersebut sudah menurun, sehingga mulai tadi pagi tanggul mulai di tinggikan,” kata Hengky kepada detikcom di lokasi, Selasa (9/10/2018).

Hengky mengatakan sebenarnya sejak awal penanganan tanggul yang ambles sepanjang 100 meter dengan kedalaman 5 meter itu sudah dilakukan. Namun penanganan hanya sebatas mengurangi aliran semburan yang mengarah ke pond 67. Dan mengalir ke ke pond yang lain kemudian di pompa dengan kapal keruk ke Kali Porong.

“Karena proses peninggian tanggul ini sepenuhnya masih tanggung jawab pihak pelaksana proyek. Perbaikan tanggul ini ditinggikan seperti semula dengan elevasi 11 meter,” tambah Hengky.

Sementara itu M. Yasin (51) salah satu warga Desa Gempol Sari Tanggulangin Sidoarjo mengaku, tanggul penahan lumpur yang ambles sudah dilakukan perbaikan oleh pihak PPLS. Warga merasa tenang meskipun perbaikan belum sempurna. “Meskipun belum sempurna, yang jelas warga sekitar agak tenang, warga khawatir kalau tanggul belum diperbaiki dan tiba-tiba hujan turun,” tandas Yasin.

Diberitakan sebelumnya, tanggul penahan lumpur Sidoarjo ambles (subsidence) sepanjang 100 meter dan kedalaman 5 meter. Warga Desa Gempol Sari Tanggulangin yang masih bermukim di sekitar tanggul pun resah dan gelisah. Warga khawatir tanggul sewaktu-waktu bisa jebol. Karena air yang berada di pond (kolam) lumpur tersebut kondisinya mendekati bibir tanggul.
Di sebelah timur tanggul penahanan lumpur terdapat tujuh RT yang dihuni sekitar 450 warga. Pada saat tanggul ambles, warga langsung mendatangi tanggul yang ambles.

“Warga Desa Gempol Sari Tanggulangin Sidoarjo yang masih tinggal di sekitar tanggul sangat resah, ” kata salah satu warga, M. Yasin (51), kepada wartawan, Jumat (5/10/2018).

Yasin berharap tanggul yang ambles tersebut segera diperbaiki karena permukaan air yang berada di pond mendekati bibir tanggul. Warga takut kalau tanggul penahanan lumpur itu jebol yang bisa saja menenggelamkan permukiman warga.

“Kalau tanggul itu jebol ratusan rumah yang dekat dengan tanggul akan tenggelam. Karena permukaan air posisi nya di atas rumah warga,” tambah Yasin.

Hal yang sama disampaikan oleh Asnawati (44) warga RT 9 RW 2 Desa Gempol Sari Tanggulangin Sidoarjo. Asnawati merasa takut jika tanggul penahanan lumpur itu jebol. “Ratusan ibu-ibu yang masih tinggal di Desa Gempol Sari ini merasa takut, kalau tanggul jebol,” kata Asnawati.

Asnawati menjelaskan, seharusnya PPLS yang bertanggung jawab atas perbaikan tanggul segera memperbaiki tanggul yang ambles. Tapi tidak terlihat ada kegiatan perbaikan tanggul. Hanya ada pengaliran air yang berada di pond lumpur. “Sebenarnya tanggul dulu di tinggikan, agar masyarakat di sekitar tanggul ini tidak kawatir,” jelas Asnawati. (dtk/jun)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional