pariwisata kabupaten malang

Menu

Cerita Korban Tsunami Palu-Donggala

  Dibaca : 21 kali
Cerita Korban Tsunami Palu-Donggala
PILU : Gian dan istrinya melihat puing reruntuhan rumahnya yang rusak akibat gempa dan tsunami di Donggala Gian dan istrinya melihat puing reruntuhan rumahnya yang rusak akibat gempa dan tsunami di Donggala. (ist)
space ads post kiri

Saat Berduka, Rumah Malah Dijarah

Palu, Memo X

Bencana alam gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala di Sulawesi Tengah (Sulteng) menyisakan kepedihan bagi para korban selamat. Di tempat pengungsian, para penyintas saling berbagi cerita upaya heroik menyelamatkan diri dan keluarga dari bencana tersebut, semata-mata untuk saling menguatkan.

Salah satu warga yang menceritakan kisahnya lolos dari terjangan tsunami adalah Gian, warga Kelurahan Labuan Bajo, Kecamatan Banawa, Donggala. Dia menceritakan kisahnya menyelamatkan anak istrinya serta surat berharga di rumahnya. Saat itu pada hari Jumat (28/9/2018) petang ia dan keluarga baru saja mulai beristirahat sepulang bekerja.

Menurut Gian, saat gelombang tsunami pertama datang, dia berhasil menyelamatkan istri dan anaknya ke perbukitan yang tidak jauh dari rumahnya. Menurut dia, gelombang pertama yang menghantam rumahnya memiliki frekuensi lemah sehingga ia dan keluarga masih sanggup melarikan diri. Namun ia kemudian teringat pada dokumen penting seperti surat tanah dan ijazah yang ia simpan di lemari.

Nekat, Gian kembali ke rumahnya dan membobol lemari penyimpanan dokumen untuk menyelamatkan dokumen berharga tersebut. Namun sesaat kemudian, gelombang tsunami kedua yang lebih besar menghantam rumah dua lantai miliknya. Sebelumnya, Gian mendengar suara gemuruh datangnya tsunami kedua.

Gian sempat terlempar 20 meter akibat gelombang tersebut. Beruntung dia terbawa sampah menuju lereng bukit. Gelombang kedua dan ketiga tersebut meluluhlantakkan desanya. “Saya berusaha tetap sadar dan tidak panik sampai saya terlempar ke lereng bukit. Alhamdulillah saya bisa selamat meski rumah hancur,” kenang Gian yang akhirnya berhasil menyelamatkan surat berharganya dari terjangan tsunami.

Gian sendiri mengaku sedih dengan tindakan sejumlah oknum penjarah. Pasalnya bagi warga desanya yang berduka karena kehilangan harta benda dan sanak keluarga, para penjarah ini masih tega menjarah barang korban yang tersisa di reruntuhan rumah warga. “Seluruh barang berharga dalam rumah habis diambil oleh pelaku (penjarahan),” jelas Gian.

Meski rumahnya hancur dan kehilangan harta benda pasca-tsunami, namun Gian mengaku masih bersyukur karena ia dan seluruh keluarganya selamat dari bencana. Dia merasa lebih beruntung ketimbang warga desa lain yang kehilangan sanak saudaranya. Saat ini Gian bersama istri dan anak-anaknya masih trauma pasca bencana gempa dan tsunami. Keluarga Gian masih memilih mengungsi di atas dataran tinggi bersama ratusan warga lainnya lantaran di wilayah tersebut masih terjadi gempa susulan berskala kecil.

Sebagaimana diketahui, jajaran Kepolisian Resor Palu Sulawesi Tengah berhasil menangkap 45 orang yang diduga sebagai pelaku penjarahan minimarket, gudang, serta ATM. Selain mengamankan puluhan orang pelaku penjarahan, polisi juga berhasil mengamankan puluhan jenis barang bukti dan alat yang digunakan pelaku saat beraksi.

“Sebanyak 45 pelaku penjarahan yang selama ini meresahkan masyarakat Kota Palu, Sulawesi Tengah, akhirnya berhasil dibekuk. Para pelaku merupakan kelompok penjarahan sejumlah fasilitas umum, seperti kios, minimarket, ataupun gudang elektronik yang ditinggal pergi oleh para pemiliknya saat gempa terjadi,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Polisi Dedi Prasetyo dalam jumpa pers di halaman Mapolresta Palu, Selasa (2/10/2018).

Dedi menambahkan, para pelaku ditangkap di berbagai lokasi dengan motif yang berbeda. Selain menjarah gudang atau kios, pelaku juga merusak sejumlah ATM dan mengambil motor warga yang ditinggal para pemiliknya saat gempa terjadi. Polisi mengakui, dari 45 pelaku yang ditangkap dan telah dijadikan tersangka itu sebagian merupakan residivis dan narapidana penghuni Lapas Petobo yang ikut kabur saat gempa terjadi.

Polres merinci jumlah barang bukti yang diamankan mencapai puluhan, mulai dari televisi, komputer, kulkas, mesin ATM, hingga belasan unit sepeda motor. Para pelaku menjalankan aksinya secara berpindah-pindah dengan target lokasi yang ditinggal pergi para pemiliknya pascagempa bumi dan tsunami terjadi. Polisi mengimbau masyarakat untuk bisa ikut membantu menjaga keamanan pascagempa dengan secepatnya melapor kepada polisi jika mendengar atau melihat aksi penjarahan. (kps/jun)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional