pariwisata kabupaten malang

Menu

Digeledah KPK, Layanan Terhenti Sementara

  Dibaca : 18 kali
Digeledah KPK, Layanan Terhenti Sementara
space ads post kiri

# Geledah Ruang BPKAD, DLH dan BKD

Malang, Memo X

Kedatangan sejumlah anggota KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) di beberapa kantor organisasi perangkat daerah (OPD) di Kabupaten Malang, memberikan efek luar biasa. Tidak hanya membuat beberapa Kepala OPD menjadi ketar-ketir. Namun, sifat penggeledahan yang sifatnya menyeluruh, membuat pelayanan masyarakat pun menjadi terhenti sementara.

Pemandangan itulah, yang nampak selama proses penggeledahan dugaan gratifikasi DAK 2011 dan dana kampanye 2015. Seperti saat penggeledahan Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Malang, dalam prosesnya dua anggota kepolisian bersenjata lengkap, selalu menjaga areal kantor yang memiliki bangunan dua lantai memanjang di sisi Timur Pendopo Kabupaten Malang.

Ekstranya penjagaan, tidak hanya membuat wartawan kesulitan untuk mengambil setiap gambar pelaksanaan pemeriksaan dokumen-dokumen. Tetapi, dua masyarakat yang hendak berurusan ke lantai dua, pun harus dihentikan langkahnya untuk sementara waktu.

“Maaf, ada urusan apa? Mohon menunggu dahulu, karena masih ada pemeriksaan,” kata petugas kepada seorang pria dan perempuan yang datang menggunakan mobil itu.

Pemandangan yang tidak jauh berbeda, pun terlihat saat anggota KPK ‘bertamu’ ke Kantor Diknas Kabupaten Malang. Dengan menggunakan dua mobil dan pengawalan anggota, pintu gerbang halaman kantor langsung dijaga ketat dengan menutup pintu gerbang. Bahkan, beberapa staf yang hendak keluar gedung, diminta untuk kembali.

Sementara itu, pemandangan nyaris sama juga terlihat di Kantor Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang. Sejak kedatangan KPK sekitar pukul 10.45 WIB, juga membuat pelayanan sedikit terganggu.

“Beberapa masyarakat memang terlihat datang. Namun, apa urusannya nggak tahu. Jadi, mau tidak mau kami yang bertugas memberi tahu bahwa sedang ada pemeriksaan KPK,” ujar salah seorang petugas Satpol PP.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melakukan penggeledahan di setiap kantor organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintahan Kabupaten Malang. Setelah kemarin malam (Senin) ruang kerja Bupati Malang, rumah Bupati dan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Malang, kemarin siang kembali KPK menggeledah setiap ruang di BPKAD.

Dengan menggunakan dua mobil plus pengamanan anggota Polres Malang yang dibantu anggota Satpol PP Kabupaten Malang, sepertinya KPK terus mencari bukti-bukti tambahan terkait dugaan gratififikasi DAK 2011 dan masalah dana kampanye 2015.

Adalah ruang kerja Kepala BPKAD Kabupaten Malang, Willem Petrus Salamena, di nomor 130-131 yang langsung dimasuki tim KPK. Termasuk, ruang sekretaris dan perbendaharaan yang tidak luput dari sasaran penggeledahan. Tidak kurang sekitar 3 jam, proses pencarian dokumen-dokumen penting, dilakukan oleh anggota KPK. Dimulai sekitar pukul 12.05, proses penggeledahan baru rampung sekitar pukul 15.10.

Rampung melakukan penggeledahan di BPKAD, KPK meneruskan pemeriksaan di kantor ruang Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Posisi kantor yang berseberangan, membuat anggota KPK dengan berjalan kaki memindahkan langkah penggeledahan di ruang yang dipimpin oleh Budi Iswoyo. Sekitar pukul 17.05, KPK selesai melakukan penggeledahan.

Dari pantauan di lapangan, ada tiga koper yang dibawa masuk ke dalam mobil yang digunakan untuk penggeledahan. Hanya saja, apakah tiga koper itu penuh dengan dokumen atau tidak, tidak ada yang tahu. Masalahnya, saat akan dikonfirmasi juga enggan memberikan keterangan. “Maaf, mau konfirmasi,” tanya beberapa media yang sejak siang menunggu proses penggeledahan.

Sementara proses penggeledahan sendiri, usai berlangsung di dua OPD, diteruskan ke kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD)
Terpisah, KPK juga mendatangi kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Malang di jalan Penarukan, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Selasa siang. Kedatangan komisi rasua itu, untuk melakukan penggeledahan di ruang kantor yang diduga terkait gratifikasi DAK Diknas tahun 2011.

Dua unit mobil berisi anggota KPK tiba sekitar pukul 10.00. Tidak ketinggalan, anggota Polres Malang bersenjata lengkap membantu dengan berjaga di dalam pagar kantor Dinas. Anggota Polres Malang ini tidak sendirian. Ia bersama beberapa anggota lainnya di ruang dalam guna membantu pengamanan pelaksanaan tugas anggota tim anti rasuah itu.

Sekitar pukul 11.10, sejumlah pegawai dinas diperkenankan untuk keluar dari halaman. Tapi ada pula, beberapa pegawai yang tak dapat masuk. Sekitar pukul 11.23, enam orang pegawai hendak keluar sembari naik sepeda motor. Namun, seorang wanita yang merupakan anggota KPK memanggil kembali 5 orang berseragam pegawai. Seorang pria sepuh, diperkenankan keluar halaman.
Hingga pukul 11.30, tim KPK masih berada di halaman kantor Diknas. Sementara pagar pintu halaman, masih tertutup rapat dan dijaga anggota. Baru sekitar pukul 16.08, rombongan tim meninggalkan lokasi pemggeledahan.

“Ada empat dokumen yang diamankan. Empat dokumen itu, tipis-tipis. Bahkan, tidak ada kaitannya dengan dugaan gratifikasi DAK 2011-2012,” kata Kadis Diknas, M Hidayat.(sit/kik/sos/jun)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional