pariwisata kabupaten malang

Menu

Bupati Faida Temui Langsung Warga Silo Soal Penolakan Tambang Emas

  Dibaca : 11 kali
Bupati Faida Temui Langsung Warga Silo Soal Penolakan Tambang Emas
space ads post kiri


Memo X Jember
– Usai bertemu langsung dengan Menteri ESDM, Ignasius Jonan di Jakarta kemarin, Bupati Jember, dr. Faida langsung menemui ratusan masyarakat Desa Pace, Kec. Silo Jember, Jumat (21/9) sore.

Bupati Faida melaporkan hasil audiensinya langsung kepada masyarakat yang beberapa hari terakhir ini resah dengan Surat Keputusan Menteri ESDM bernomor 1802 K/30/MEM/2018.

Bupati Faida menegaskan bahwa Bupati dan Wabup Jember akan terus mengawal keinginan masyarakat Silo. “Tidak akan ada tambang bisa beroperasi di Kabupaten Jember selama Faida-Muqiet menjabat Bupati dan Wabup sesuai janji waktu kampanye,” tegas Bupati Faida di depan masyarakat.

Bupati Faida menjelaskan bahwa surat keputusan mengenai ijin usaha pertambangan tersebut didasarkan pada laporan masing-masing kepala dinas ESDM propinsi. Mengenai blok Silo yang juga tercantum dalam lampiran IV surat keputusan tersebut dengan luas wilayah eksplorasi 4.023 meter, Faida telah menyampaikan bahwa masyarakat menolak keras.

Bupati Faida juga menyampaikan bahwa Menteri ESDM Ignasius Jonan mendukung aspirasi masyarakat dan telah bersedia mencabut lampiran IV dalam surat keputusannya dengan menunggu rekomendasi dari Gubernur Jawa Timur. Faida memastikan bahwa blok Silo tidak akan dilelang.

“Selama tidak ada proses lelang, tidak akan ada operasional tambang,” terangnya.
Faida juga telah berkomunikasi dengan Gubernur Soekarwo untuk mengeluarkan surat rekomendasi atas aspirasi masyarakat Silo kepada Menteri ESDM.

“Karena sejatinya tidak ada pembangunan yang berhasil tanpa dukungan dari masyarakat,” pesannya.
Sementara itu, Kepala Desa Pace, Muhammad Farohan sangat berharap Pemerintah Pusat tidak manis di depan saja, melainkan harus melakukan tindakan nyata dengan mencabut lampiran IV dalam keputusan tersebut.

“Saya harap Pemerintah Pusat mencabut ijin rekomendasi pertambangan di Desa Pace. mencabut dengan nyata dan jelas, dihapus,” tegas Kades Pace, Farohan.

Lebih lanjut, Farohan menjelaskan bahwa upaya penambangan di desanya bukanlah yang pertama kalinya ini. Mulai dari tahun 2006 sudah banyak investor yang ingin menambang di Desa Pace, lanjut Farohan, tetapi masyarakat menolak karena rakyatnya yakin bahwa aktifitas penambangan tidak akan membawa kebahagiaan, justru akan membawa malapetaka.

“Pemerintah Pusat jangan usik kami. Kami tidak butuh tambang. Dengan bertani dan berkebun kopi, masyarakat kami sudah bisa memenuhi kebutuhan hidup,” ucapnya dengan mata yang berkaca-kaca. (ren/min)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional