pariwisata kabupaten malang

Menu

Ribuan Besi Tulang Cor “Banji” Disita Petugas

  Dibaca : 29 kali
Ribuan Besi Tulang  Cor “Banji” Disita Petugas
WASPADA : Toko besi Pancaragam Kota Malang tempat menjual besi tulang cor diduga palsu. (man)
space ads post kiri


Kota Malang, Memo X

Demi menjaga kualitas dan mencegah kerugian yang lebih besar dimasyarakat/konsumen. Ribuan besi tulang cor “banji” tidak sesuai Standart Nasional Indonesia (SNI) disita petugas Direktorat Pengawasan Barang Beredar dan Jasa, Direktorat Jendral Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga, Kementrian Perdangan RI dari Toko Besi Pancaragam, Kota Malang.

Jumlah besi banci yang disita petugas dari toko besi Pancaragam, Kota Malang diperkirakan mencapai 29.913 batang besi. Besi yang disita petugas segera ditarik kekantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Perdagangan, Provinsi Jatim untuk dimusnakan.

Pegawai Direktorat Pengawasan Barang Beredar dan Jasa, Direktorat Jendral Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga, Kementrian Perdangan RI, Michael Ij menjelaskan, penjualan besi banci sangat merugikan konsumen.

“Secara kualitas pasti turun sebab ukuran besinya lebih kecil daripada ukuran aslinya. Kalau dibuat rangka bangunan membahayakan karena tidak tahan gempa dan beban kejut lainnya,” tandas Michael, Kamis (4/10/2018) siang.

Diterangkan hasil sidak ketoko besi Pancaragam ditemukan besi ukuran 8 mm, 10 mm, 12 mm dan 14 mm tidak sesuai dengan ukuran SNI. Misalkan besi ukuran 8 mm ukurannya hanya 7.2 mm.

Lalu besi ukuran 12 mm ukurannya hanya 11.2 mm. Berikutnya besi ukuran 10 mm ukurannya hanya 9.50 mm. “Toleransi ukuran besi yang disyaratkan pemerintah hanya 0.4 mm,” urai dia.

Menurut Michael, pemerintah selalu berusaha mencegah peredaran besi banci dimasyarakat. Operasi penertiban penjualan besi banci dilakukan diseluruh Indonesia.

Namun hingga saat ini diakui masih banyak oknum perusahaan besi tetap memproduksi besi banci. “Saran kita agar masyarakat mengutamakan kualitas. Harga besi banci memang lebih murah. Tapi kualitasnya rendah dan membahayakan bagi struktur bangunan beton,” jelas dia.

Ditambahkan, selama operasi, Direktorat Pengawasan Barang Beredar dan Jasa, Direktorat Jendral Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga, Kementrian Perdangan RI pernah memusnakan 2 juta besi banci. (man/jun)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional