pariwisata kabupaten malang

Menu

Tak Kapok Dipenjara Edarkan Sabu, Pecatan PNS Kembali Diciduk

  Dibaca : 17 kali
Tak Kapok Dipenjara Edarkan Sabu, Pecatan PNS Kembali Diciduk
Dodi Setyawan (34), warga Jalan Sumba, Kelurahan Klampok, Kota Blitar diamankan petugas lantaran mengedarkan sabu-sabu.
space ads post kiri

Blitar, Memo X
Dodi Setyawan (34) warga Jalan Sumba, Kelurahan Klampok, Kota Blitar tidak kapok menjalani hidup di dalam penjara. Padahal dia selama tiga tahun dipenjari karena mengedarkan sabu-sabu. Namun pecatan PNS di Blitar ini, kembali berulah dengan kasus yang sama. Tersangka Dodi Setyawan baru bebas dari penjara enam bulan lalu. Dodi kembali tertangkap di daerah Minggirsari, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar.

Kasat Narkoba Polres Blitar Kota, AKP Huwahila Wahyu Yuha mengatakan, tersangka sudah menjadi incaran petugas sejak keluar dari Lapas. Benar saja, bukanya bertaubat Dodi yang pernah menjadi PNS di lingkup Pemkot Blitar ini kembali berulah.
“Penangkapan pelaku berawal saat kami mendapatkan informasi jika di daerah Minggirsari sering terjadi transaksi narkoba jenis sabu dan ganja. Saat dilakukan pemantauan petugas melihat Dodi sedang berada dipinggir jalan desa setempat,” kata AKP Huwahila Wahyu Yuha, Kamis (04/10/2018).

Lebih lanjut Huwahila menyampaikan, saat itu petugas langsung mengamankan Dodi Setyawan, bersama barang bukti 0,79 gram sabu. Setelah dilakukan penggeledahan di rumah tersangka petugas kembali menemukan barang bukti, diantaranya 57,19 gram ganja dan 39 butir psikotropika.

“Barang buktinya berupa sabu didapatkan saat penangkapan, sementara ganja berhasil kami sita setelah melakukan penggeledahan di rumah tersangka,” imbuhnya.

Dihadapan petugas Dodi mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari jaringan Lapas Madiun. Dengan menggunakan sistem ranjau.

“Berdasarkan keterangan tersangka, barang didapat dari Lapas Madiun dengan sistem ranjau. Jadi tersangka memesan lalu diletakan di tempat yang sudah disepakati kemudian diambil,” jelasnya.

Dodi Setyawan dipecat sebagai PNS pada tahun 2015 lalu setelah terlibat kasus narkoba. Dia seharusnya menjalani hukuman sesuai vonis selama lima tahun. Namun karena mengajukan pembebasan bersyarat, dia bebas awal 2018 lalu.
Atas perbuatannya tersangka dikenakan pasal berlapis. Yakni pasal 111, 112, dan 114 UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. (fjr)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional