pariwisata kabupaten malang

Menu

Pemkab Blitar Anggarkan Rp. 1,1 Miliar Untuk Ganti Rugi Pabrik Tiwul Instan di Ponggok

  Dibaca : 31 kali
Pemkab Blitar Anggarkan Rp. 1,1 Miliar Untuk Ganti Rugi Pabrik Tiwul Instan di Ponggok
Bangunan eks Pabrik Tiwul Instan di Jatilengger Ponggok Kabupaten Blitar
space ads post kiri


Blitar, Memo X

Pemkab Blitar resmi memberikan ganti rugi atas bangunan eks Pabrik Tiwul Instan, pada akhir 2018 ini. Karena lahan yang digunakan pabrik Tiwul Instan yang berlokasi di Jatilengger Ponggok Kabupaten Blitar ini, merupakan aset Pemkab Blitar. Ini artinya pabrik Tiwul yang dikelolah oleh PT. Cahaya Sejahtera (PT CSS) dipastikan sudah tidak ada lagi.

Ketua DPRD Kabupaten Blitar Suwito Saren Satoto mengatakan, ganti rugi atas bangunan sebagai pengakhiran kerjasama Pemkab Blitar dengan PT CSS dianggarkan Rp 1,1 miliar.

“Karena di lahan tersebut masih ada peralatan dan juga bangunan milik PT CSS, maka harus di ganti rugi,” kata Suwito Saren Satoto, Kamis (04/10/2018).

Lebih lanjut Suwito menjelaskan, karena peralatan dan bangunan yang ada di lahan eks pabrik tiwul instan itu tidak bisa dibawa oleh PT CSS. Sehingga, permasalahan itu sempat membuat pengakhiran kerjasama dan pengalihan fungsi lahan terganjal.
“Diharapkan, dengan dianggarkannya ganti rugi ini, bisa mempercepat proses pengalihan lahan,” tandas Suwito.

Suwito menambahkan, rencananya, lahan eks pabrik tiwul instan akan dialih fungsi. Hanya saja untuk alih fungsi lahan bekas pabrik tiwul instan masih belum. Dan untuk tahun ini masih difokuskan penganggaran ganti rugi.

“Seiring dengan berakhirnya kerjasama dengan PT CSS akhir tahun ini, yang jelas bangunan dan isinya yang ada di lahan tersebut sudah menjadi kewenangan Pemkab Blitar,” imbuh Suwito.

Sementara anggota Komisi II DPRD Kabupaten Blitar, Mujib menjelaskan, ada beberapa alternatif pemanfaatan lahan eks pabrik tiwul instan, yaitu bisa dijadikan tempat pusat perbelanjaan khas Blitar yang menjual produk olahan lokal atau produk-produk pertanian yang ada di Kabupaten Blitar. Kedua sebagai tempat atau pasar untuk menampung hasil produksi pertanian.

“Kabupaten Blitar memiliki banyak destinasi wisata. Jadi, tempat tersebut diharapkan bisa menjadi jujugan wisatawan untuk membeli makanan olahan atau produk pertanian khas Kabupaten Blitar,” ujar Mujib.

Menurut Mujib, untuk mengisi produk khas Kabupaten Blitar, baik makanan olahan, produk pertanian maupun kerajinan tangan, tidak terlalu sulit. Sebab, di Kabupaten Blitar sendiri banyak Industri Kecil dan Menengah (IKM) atau Usaha Kecil dan Menengah (UKM), serta produk pertanian khas, seperti rambutan, belimbing, coklat, durian dan lainnya.
“Banyak alternatif pilihan untuk mengganti fungsi bangunan eks pabrik tiwul,” pungkas Mujib. (fjr)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional