pariwisata kabupaten malang

Menu

Kota Batu Kurang Smoking Area Dan Fasilitas Difabel

  Dibaca : 10 kali
Kota Batu Kurang Smoking Area Dan Fasilitas Difabel
Tim verifikasi Kota Sehat Nasional saat mengunjungi SDN Ngaglik 1 Kota Batu (memo x/lih)
space ads post kiri


BATU, Memo X

Kota Batu masih kurang layak untuk ditetapkan sebagai Kota Sehat Nasional. Pasalnya jumlah smoking area dan fasilitas untuk difabel kurang banyak. Fakta itu terlihat saat Tim Verifikasi Kota Sehat mengunjungi Kota Batu dan melakukan pengecekan ke sekolah dan fasilitas umum yang terdapat di kota penghasil apel, Rabu (5/9/2018) pagi.

Anggota tim verifikasi Salma Safitri mengungkapkan seperti di alun-alun Kota Batu banyak tulisan ‘Dilarang Merokok’. Namun masih ada ruang bagi perokok. Buktinya ada Smoking Area.

“Jika memang dilarang, area smoking harus jauh dari alun-alun. Jadi kalau memang Alun-Alun Kota Batu memberikan larangan dilarang merokok, harus konsisten,” ungkap mantan Ketua Panwas Kota Batu ini.

Tim verifikasi dari Provinsi Jatim mengunjungi beberapa lokasi seperti SDN Ngaglik 1, Alun-Alun Kota Batu, Kampung ramah anak Desa Punten, Taman Rekreasi Selecta, Taman Hutan Kota Bondas, SMAN 2 Kota Batu, Coban Rais dan Pasar Batu. “Tentu akan ada beberapa kritikan. Terutama yang berkaitan dengan kota sehat. Baik di sekolah, di tempat umum, gedung pemerintahan dan lainnya,” tegasnya.

Sebelum meninjau kepalangan, tim verifikasi kota sehat Nasional diterima Walikota Batu Dewanti Rumpoko, di Balai Kota Among Tani. Dewanti menegaskan, penilaian tahun ini untuk mengantar Pemkot Batu menuju kota Sehat tingkat nasional. Tahun lalu Kota Batu lolos penilaian Kota Sehat tingkat Provinsi Jatim.

“Ini penilaian untuk mengantarkan Kota Batu ketingkat nasional. Kami siap untuk kategori kota sehat,” kata Dewanti, lugas.
Adanya penilaian kota sehat ini menunjukkan masyarakat Kota Batu sadar bagaimana tentang hidup sehat. Pihaknya tidak memungkiri kalau masih banyak yang belum sadar tentang kesehatan serta masih ada kekurangan disana sini.
Membangun tingkat kesadaran masyarakat memang tidak semudah membalik telapak tangan. Misalkan masih banyak masyarakat membuang sampah sembarangan.

“Tentunya kami juga butuh media untuk bersama-sama menyadarkan masyarakat tentang hidup sehat,” tutupnya.
Ditempat terpisah, Kepala Sekolah SDN Ngaglik 1 Kota Batu, Ninit Catur Meindyawati merasa banga. SDN Ngaglik 1, Kota Batu ditunjuk Pemkot Batu untuk mewakili lembaga pendidikan dasar di Kota Batu sebagai lokasi yang dikunjungi tim verifikasi tim Kota Sehat Nasional.

Alhamdulillah siswa bersama bapak dan ibu guru serta seluruh warga SDN Ngaglik 1 selalu berusaha menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan sekolah. Hidup bersih dan sehat telah menjadi budaya hidup kami,” tandas Ninit (lih/man)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional