pariwisata kabupaten malang

Menu

Sinergi Kementerian Pariwisata dan SMA/SMK

  Dibaca : 21 kali
Sinergi Kementerian Pariwisata dan SMA/SMK
WISATA : Semangat insan pariwisata dan akademik untuk kembangkan potensi wisata Malang Raya. (rhd)
space ads post kiri


# Kembangkan Potensi Wisata Malang Raya

Kota Malang, Memo X
Berbagai upaya dilakukan dalam pengembangan potensi destinasi pariwisata kota Malang, agar lebih menarik wisatawan nusantara (wisnus) dan wisatawan mancanegara (wisman) untuk datang ke kota Malang. Tentunya upaya ini bukan hanya menjadi beban Dinas Pariwisata selaku kepanjangan tangan Pemkot Malang, namun harus melibatkan beberapa stakeholders, civitas akademika, masyarakat, dan elemen lainnya. Sebagai kota pendidikan, dan kota industri ekonomi kreatif, tentunya sektor pariwisata harus melibatkan kedua sektor tersebut.

Hal ini diungkapkan oleh Dra. Ani Rahmawiyati, MSi, Kepala Bidang Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbuppar) Kota Malang, mewakili Kadisbudpar Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni, dalam gelaran “Pelatihan Dasar SDM Kepariwisataan Bagi Guru” di Hotel Savana, Malang, Selasa (4/9/2018). Pelatihan yang diinisiasi oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan, serta Asisten Deputi Pengembangan SDM ini, diikuti oleh sekitar 200 peserta guru dari 30 SMA/SMK Negeri dan 70 SMA/SMK Swasta Se-Malang Raya.

Ani menambahkan, untuk memenuhi target 20 ribu pengunjung di tahun 2020, pihaknya menggandeng SMA/SMK Se-Malang Raya dengan memberi edukasi pariwisata dalam kurikulum vokasi. Dimana SDM yang dipersiapkan, saat lulus akan langsung bekerja di sektor pariwisata. “Kami harus bersinergi di segala sisi di tahun depan, khususnya SMA/SMK jurusan perhotelan. Makanya, kami undang para guru SMA/SMK ini untuk mengedukasi siswanya agar siap terjun ke sektor pariwisata saat lulus nanti. Karena peluangnya cukup besar dan saling menguntungkan,” ungkap Ani.

Disinggung jenis pariwisata apa yang dipromosikan, mengingat Kota Malang tidak memiliki wisata alam yang lebih menarik dibandingkan Kota Batu, dan Kabupaten Malang. Ani menjelaskan bahwa wisata buatan melalui kampung tematik dan wisata kuliner menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk datang ke Kota Malang. “Biasanya orang tua menjenguk anaknya yang kuliah atau sekolah di Malang pasti bawa keluarga. Selain menjenguk, pastinya mereka akan refreshing ke lokasi terdekat. Demikian pula, bagi wisatawan di Kota Batu dan Kabupaten Malang, pasti akan mampir dan menginap di Kota Malang. Mencicipi wisata kuliner CFD, Velodrom, Night Market, kampung Sanan dengan kuliner kripik tempe dan buah, dan potensi lainnya. Peluang inilah yang bisa kita kembangkan,” urai Ani.

Sementara itu, anggota Komisi X DPR RI Dr Hj Lathifa Shohib, mengatakan, devisa pemerintah berasal dari sektor pariwisata dan industri ekonomi kreatif, sebagai sektor unggulan. Dimana sektor Pariwisata menyumbang 11,8 persen APBN, atau sekitar 80 Triliun. “Dalam materi sinergitas ini, tak lain tujuannya untuk mendatangkan wisman dan wisnus, dengan target wisman 20 juta dan target wisnus 200 juta pengunjung. Sebenarnya konsentrasi tak harus wilayah Malang Raya, namun juga memanfaatkan peluang dari wisata unggulan terdekat, seperti TNBTS, agar sudi mampir ke Malang Raya,” jelas Lathifa.
Terbaru, Lathifa mencontohkan gelaran Asean Games menuai 3 kesuksesan, yaitu sukses penyelenggaraan, sukses administrasi, dan sukses prestasi, selain tentu saja sukses ekonomi. Manfaat lainnya, atlet, pendukung, media, dan pihak lainnya, bisa memperkenalkan Indonesia, baik melalui cerita saat tinggal, membawa oleh-oleh, foto dan video, dan lainnya. “Harapannya, hal ini juga berlaku saat Indonesia menjadi tuan rumah Asean Paragames, yaitu ajang olahraga dua tahunan yang diadakan untuk atlet-atlet yang mengalami cacat fisik (difabel), yang diikuti oleh 11 negara di Asia Tenggara. Semoga juga meraih kesuksesan seperti Asean Games,” tukasnya.

Perwakilan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim wilayah Kota Malang dan Kota Batu, Hartono, SH, MM, mengatakan nantinya peran guru untuk mengedukasi atau penyampaian wawasan tentang pariwisata di Indonesia, khususnya dalam mengenalkan potensi wisata daerah. Selain itu, peluang bagi guru dan siswa yang memiliki keahlian dalam menciptakan karya yang layak jual, sehingga bisa diperkenalkan dalam dunia pariwisata. (rhd/jun)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional