pariwisata kabupaten malang

Menu

UM Raih 2 Emas, 1 Perak, dan 2 Perunggu dalam PIMNAS 31

  Dibaca : 13 kali
UM Raih 2 Emas, 1 Perak, dan 2 Perunggu dalam PIMNAS 31
JUARA : Salah satu kontingen UM peraih medali dalam PIMNAS 31. (ist)
space ads post kiri


Kota Malang, Memo X

Kontingen Universitas Negeri Malang (UM) berhasil meraih 2 medali emas, 1 medali perak, dan 2 medali perunggu dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke 31 di Universitas Negeri Yogyakarta, 28 Agustus – 2 September 2018. Medali emas dipersembahkan oleh Atika Sari Puspita Dewi, mahasiswa Program Studi (Prodi) Fisika FMIPA kategori poster, dan Imam Muhtarom, mahasiswa Prodi Teknik Mesin Fakultas Teknik (FT) kategori poster. Sementara medali perak dipersembahkan oleh Robby Wijaya, mahasiswa Prodi Teknik Mesin Fakultas Teknik (FT) kategori presentasi, sedangkan 2 medali perunggu dipersembahkan oleh Indra Nurdien Hakim, mahasiswa Prodi Teknik Elektro Fakultas Teknik (FT) kategori presentasi, dan Amira Kamelia Sa’dya, mahasiswa Program Studi Administrasi Perkantoran Fakultas Ekonomi (FE) kategori presentasi.

Kasubag MPIKA BAKPIK UM, Ifa Nursanti, S.AP, menyampaikan, pada gelaran PIMNAS ke 31 tahun 2018 ini, UM mengirimkan delapan tim. Secara jumlah, menurun dari tahun 2017 yang mengirimkan empat belas tim. “Secara jumlah peserta PIMNAS UM menurun dari tahun 2017, tetapi hasil yang kita dapatkan ada peningkatan. Tahun lalu, kontingen UM meraih 1 medali emas, dan 2 perak, sedang tahun 2018 kita berhasil meraih 2 medali emas, 1 perak dan 2 perunggu,” jelasnya.

Sebelum berangkat mengikuti PIMNAS, para kontingen PIMNAS UM menjalani pembinaan terlebih dahulu pada tanggal 7 sampai 19 Agustus 2018, yang kemudian dilanjutkan dengan masa karantina tanggal 23 sampai 25 Agustus 2018. Imam Muhtarom, salah satu peserta PIMNAS UM yang meraih medali emas mengungkapkan, dirinya sangat terkesan dengan PIMNAS ke 31 ini. Imam bersyukur dapat menyumbangkan medali emas untuk tim UM. “PIMNAS 31 bagi saya sangat berkesan. Mulai dari awal pengajuan proposal, pengumuman pendanaan, monev internal, monev eksternal, hingga lolos PIMNAS adalah sebuah pengalaman yang luar biasa,” ungkapnya.

Lebih lanjut, mahasiswa Teknik Mesin semester akhir ini menjelaskan latar belakang pembuatan produknya. Judul PKMT kreasinya dengan tim diberi judul SMARTCOM (Smart Composter), mesin komposter cepat dengan system kendali android untuk mengatasi permasalahan sampah organik rumah tangga di TPST Pakisaji Kabupaten Malang.

“Latar belakang pembuatan PKM Teknologi ini adalah adanya sebuah masalah yang dialami oleh Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Pakisaji selaku mitra kami. Tempat ini selalu mengalami over kapasitas sampah, karena terbatasnya kemampuan pengolahan sampah. Metode yang digunakan adalah pengomposan konvensional Aerob dan Anaerob yang memakan waktu 14 hingga 30 hari untuk proses pengomposan. Akibatnya, banyak sampah yang menumpuk dan tidak terolah,” lanjutnya.

Proses kerja mesin ini terbagi ke dalam 5 tahap. Pertama, sampah organik digiling dan hasil gilingan masuk ke dalam tabung silinder penampung. Kedua, sampah yang sudah digiling disemprot dengan tetes tebu yang berfungsi sebagai bahan makanan mikroorganisme pengurai, Ketiga, sampah diaduk dengan poros pengaduk yang terdapat di dalam tabung silinder. Keempat sampah dipanaskan hingga mengering dengan elemen pemanas yang terdapat di bagian bawah tabung silinder. Kelima, setelah 1 hari diaduk dan dipanaskan kompos siap diambil dan digunakan.

“Waktu pengomposan SMARTCOM hanya 24 jam saja. Dengan adanya temuan alat kami ini, semoga pemerintah, khususnya Dinas Lingkungan Hidup atau dinas terkait, mampu mengembangkan temuan semacam ini untuk mengatasi permasalahan sampah yang semakin hari terus bertambah,” pungkasnya. (rhd/jun)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional