pariwisata kabupaten malang

Menu

Dipingpong, Jawaban Kejari Sumenep Nihil

  Dibaca : 8 kali
Dipingpong, Jawaban Kejari Sumenep Nihil
space ads post kiri

Terkait Lambannya Penetapan Tersangka Kasus PTSL Desa Aeng Panas dan Prenduan

Sumenep, Memo X – Akhir-akhir ini, pasca pernyataan Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep bakal segera menetapkan tersangka dalam perkara kasus PTSL di Desa Aeng Panas dan Desa Prenduan, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, membuat kejaksaan ‘irit bicara’. Hal itu terbukti sejak Memo X bersama aktivis NGO mendatangi Kantor Kejaksaan selalu pihak kejaksaan ada acara di luar Kantor atau tidak bertemu.

Upaya-upaya Memo X dalam mengejar informasi ke pihak Kejaksaan dalam mengungkap perkara kasus PTSL di Dua Desa tersebut mengalami hambatan. Ironisnya lagi, pihak kejaksaan ketika dikonfirmasi untuk bertemu, mengaku masih ada acara di luar kantor. Setelah disambangi terus ke Kejaksaan, akhirnya Memo X bisa bertemu dengan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sumenep, Bambang Panca Wahyudi Hariadi di lantai dasar. Ketika dikofirmasi terkait sejumlah kasus yang ditangani kejaksaan, Kajari menyarankan untuk bertemu Kasi Intel maupun Kasi Pidsus Kejari Sumenep.

“Kalau terkait spesifik masalah penyelidikan kasus yang ditangani kejaksaan, silahkan langsung temui Kasi-kasi (Kepala Seksi) kami. Tergantung spesifikasi kasusnya apa? Kalau terkait kasus PTSL Desa Aeng Panas dan Desa Prenduan, itu temui dan tanyakan ke Kasi Pidsus Kejari. Jika terkait kasus proyek Puskesmas Gapura, tanyakan ke Kasi Intel Kejari,” tegas Bambang.

Meski Kajari lumayan santun dan akomodatif terhadap media, namun justru pihak dari Kasi-kasi yang disarankan Kajari kurang respek dan responsif. Indikasinya, ketika hendak ditanyakan ke Kasi Intel terkait kasus PTSL itu, diminta menanyakan langsung ke Kasi Pidsus. Alasannya ada rapat. “Sebentar lagi ada rapat dipanggil Kajari ke ruangannya,” terang Kasi Intel Wisnu Wadhana.

Sementara ketika ditanyakan ke Kasi Pidsus Herfin Hadad ketika ditemui di ruangannya, kepastian jawaban terkait masalah PTSL belum juga ada titik terang. Herfin juga ogah memberikan jawaban. Dia beralasan jika kasus itu masih dalam penyelidikan dan penyidikan, urusan memberikan pernyataan ke media massa jadi urusan Kasi Intel. “Silahkan tanyakan ke Kasi Intel,” pungkasnya.

Herfin menegaskan jika pihaknya saat ini hanya menjalankan tugas sesuai aturan dan SOP yang ada. “SOP-nya kan urusan media ada di Kasi Intel. Kalau saya berikan pernyataan ke media, bisa menyalahi SOP. Terkecuali kalau perkara itu sudah masuk di ranah penuntutan atau ada perintah langsung dari Pak Kajari,” pungkas Herfin.

Ketika Memo X jelaskan jika petunjuk dari Kajari Bambang diminta untuk menemui Kasi Pidsus saat Memo X bertemu Kajari di lantai dasar atau ruang loby kejaksaan, Herfin masih meragukan petunjuk dari Kajari. Alasannya, jika ada perintah Pak Kajari, mestinya saya ada tembusan atau perintah dari Pak Kajari ke saya. Ini kan belum ada,” terang Herfin.

Sepak terjang Kejaksaan Negeri Sumenep mulai dapat sorotan dari aktivis LIPK Sumenep. Pasalnya, keseriusan kejaksaan dalam mengusut perkara kasus pungli PTSL Desa Aeng Panas dan Desa Prenduan, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep mulai dipertanyakan. Apalagi Kajari Sumenep Bambang Panca Wahyudi Hariadi yang berjanji bakal secepatnya menaikkan perkara tersebut ke penyidikan untuk menentukan calon tersangka.

“Namun nyatanya, sudah sebulan lebih janji Pak Kajari menetapkan calon tersangka tak kunjung ada. Kami menagih janji Kajari karena dalam pernyataan pada awak media untuk segera menaikkan ke tahap penyidikan khusus dari penyidikan umum untuk menentukan calon tersangka. Buktinya mana? Jangan sampai ini hanya gertak sambal,” terang Syaifiddin selaku aktivis LIPK (Lembaga Independen Pengawas Keuangan). (edo)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional