pariwisata kabupaten malang

Menu

Masih Banyak Pungli di Lumajang, Tim Saber Pungli Kemana????

  Dibaca : 8 kali
Masih Banyak Pungli di Lumajang, Tim Saber Pungli Kemana????
space ads post kiri

Memo-X Lumajang –

Masyarakat Kabupaten Lumajang sesalkan masih banyaknya pungutan liar yang hingga saat ini terus berjalan khususnya di sepanjang jalan jugosari – jaret dan Sumber Wuluh kecamatan candipuro, Hal ini disampaikan Hanafi, selaku tokoh masyarakat candipuro pada media ini, selasa (4/9/2018).

Menurut Hanafi pungutan-pungutan itu dilakukan kepada para sopir truk pengangkut pasir diportal-portal yang jumlahnya ada belasan titik dengan dalih untuk perbaikan jalan dan perbaikan gorong-gorong dan lain-lain. Diharapkan pungutan liar ini agar bisa ditertipkan.

“Kan ada Tim Saber pungli, mereka kan bisa meninjau langsung kelapangan terkait hal ini” terangnya.

Hanafi juga mengatakan peran pemerintah daerah dalam menertipkan hal tersebut ai anggap masih setengah hati karena mereka sudah beberapa kali mengumpulkan masyarakat, salah satunya di desa jarit tapi sampai saat ini tidak ada hasil apapun.

“Memang ada peran pemerintah daerah, mereka beberapa kali sudah mengumpulkan masyarakat membahas hal tersebut, tapi hasilnya mana, Ini adalah pr kita bersama, selaku masyarakat, dengan adanya pertambangan, jalan yang ada kan separah itu” bebernya.

Harusnya kata Hanafi, aparat penegak hukum dan pihak terkait bisa menertipkan portal-portal tersebut karena dengan adanya penarikan yang ia anggap ilegal itu cukup meresahkan, walaupun dengan dalih untuk perbaikan jalan, padahal menurutnya anggaran untuk perbaikan jalan itu sudah ada sendiri dan menjadi kewenangan pemerintah. Wilayah yang marak penarikan uang pada truk pengangkut pasir terjadi di Jarit – Jugosari sampai Sumber Wuluh.

“Berbagai tarikan yang ada seharusnya kan ada payung hukum, tidak ujuk-ujuk melakukan penarikan, dari belasan titik portal itu pasti banyak hasilnya karena perhari bisa ratusan truk yang lewat” ungkapnya.

Masih menurut Hanafi, Pemerintah daerah mengumpulkan masyarakat kalau ada kejadian atau insiden.
“Mereka baru turun kalau ada kejadian atau insiden, pokja pertambangan turun, tapi sampai saat inipun tidak ada hasil apapun yang diperoleh oleh masyarakat” jelentrehnya.

“Terkait jalan yang rusak dampak akibat pertambangan, masyarakat harus bagaimana, pemerintah toh kalau dikatakan peduli sampai saat inipun kondisi jalan tetap seperti itu dan lagi kalau harus menyalahkan sopir truk terkait kelebihan tonase, toh tidak ada tindakan apapun, sampai saat ini juga mungkin ada tindakan insidental dalam beberapa hari, setelah itu ya sudah, jadi penertipannya itu haya bersifat insidental, walaupun sudah tau kelebigan tonase, tidak ada tindakan atau langkah kongkrit yang bisa dilakukan untuk bisa paling tidak menertipkan persoalan tersebut” imbuhnya.(adi)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional