pariwisata kabupaten malang

Menu

DPRD Kota Malang Sisa 4 Orang

  Dibaca : 39 kali
DPRD Kota Malang Sisa 4 Orang
TERSANGKA : Tiga anggota DPRD Kota Malang Rahayu Sugiarti, Suprapto dan Wiwik Hendri Astuti tiba di gedung KPK, Jakarta, Senin (23/7). Ketiganya diperiksa untuk melengkapi berkas kasus dugaan suap pembahasan APBD-P Pemkot Malang TA 2015. (ist)
space ads post kiri

#Total 41 Anggota Berstatus Tersangka Kasus Korupsi

Kota Malang, Memo X
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan 22 anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka kasus suap pembahasan anggaran. Hingga saat ini, total sudah ada 41 anggota dewan periode 2014-2019 yang terjerat kasus tersebut.

Pengumunan status tersangka tersebut dibacakan oleh Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dalam konferensi pers di Jakarta. Menurut Basaria, penetapan tersangka baru tersebut menyusul pengembangan atas fakta-fakta baru yang muncul selama proses hukum dijalankan.

Nama ke 22 anggota dewan tersebut adalah Asia Iriani, Indra Tjahyono, Choeroel Anwar, Moh Fadli, Bambang Triyoso. Juga ada Een Ambarsari, Erni Farida, Syamsul Fajrih, Choirul Amri, dr Teguh Mulyono, Imam Ghozali, Lektkol (Purn) Suparno. Selain itu juga Afdhal Fauza, Soni Yudiarto, dan Ribut Haryanto.

Anggota lain yang turut terjerat yakni Teguh Puji Wahyono, Harun Prasojo, Hadi Susanto, Diana Yanti, Sugiarto, Mulyanto, Arief Hermanto. “Jumlah keseluruhan pertama ada satu, lalu 18 dan sekarang 22, jadi total 41 orang,” ujar Basaria dalam konferensi pers yang digelar Senin (3/9/2018) sore.

“Kasus ini menunjukkan korupsi dilakukan secara massal, melibatkan unsur kepala daerah berserta dengan anggota DPRD. Harusnya DPRD sebagai lembaga legislatif melakukan fungsi pengawas dan mengawasi kinerja kepala daerah. Tapi malah melakukan koalisi memperkaya diri sendiri dan kelompoknya,” urai Basaria.

Kejadian yang berisiko melumpuhkan roda pemerintahan ini juga menjadi catatan. “Kejadian ini sangat kami sesalkan. Ini juga pelajaran daerah lain agar tidak berbuat hal yang sama,” tegasnya.

Hanya saja, KPK belum merinci hasil atas penggeledahan dan pemeriksaan sejumlah tersangka dan saksi di Kota Malang.
Sejak Selasa (28/8/2018) lalu, tim penyidik KPK melakukan serangkaian kegiatan di Kota Malang. Mulai dari penggeledahan di rumah-rumah kediaman anggota DPRD Kota Malang dan rumah dinas wali kota.

Tak hanya itu, KPK juga menggelar pemeriksaan saksi-saksi dua hari berturut di Mapolresta Malang, akhir pekan lalu. “Tim sedang memeriksa,” tambah Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat ditanya hal tersebut.

Mengingat kembali, pada 11 Agustus 2017, KPK secara resmi menetapkan tiga tersangka dalam kasus suap pembahasan APBD Perubahan (APBD-P) tahun anggaran 2015 Kota Malang. KPK menetapkan Ketua DPRD Kota Malang M Arief Wicaksnono dan mantan Kepala Dinas DPUPPB Kota Malang Jarot Edy Sulistyono sebagai tersangka.

Penyelidikan kembali dilakukan tim KPK atas kasus suap pembahasan APBD-P Kota Malang 2015. Selang tujuh bulan dari geger KPK di Kota Malang, serangkaian penggeledahan dan pemeriksaan saksi kembali dilakukan pada pertengahan Maret 2018.
Hasilnya, pada 21 Maret 2018 KPK mengumumkan tersangka pelaku korupsi berjamaah. Yakni 19 orang tersangka baru baik dari unsur eksekutif dan legislatif. Pada gelombang kedua itu, Wali Kota Malang Moch Anton terseret menjadi salah satu tersangka.

Sementara itu, 18 orang lainnya merupakan anggota DPRD Kota Malang periode 2014-2019. Nama-nama tersangka tersebut adalah Sulik Lestyowati, Abdul Hakim, Bambang Sumarto, Imam Fauzi, Syaiful Rusdi, Tri Yudiani, Suprapto, Sahrawi, Mohan Katelu, Salamet, Zainuddin, Wiwik Hendri Astuti, Heri Pudji Utami, Abd Rachman, Hery Subiantono, Rahayu Sugiarti, Sukarno, serta Yaqud Ananda Gudban yang sekarang sudah diganti melalui Pergantian Antar Waktu (PAW). (man/jun)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional