pariwisata kabupaten malang

Menu

ASN Pemkot Malang Wajib Belanja Kepasar Tradisional

  Dibaca : 49 kali
ASN Pemkot Malang Wajib Belanja Kepasar Tradisional
SOSIALISASI : Plt Walikota Batu dalam kegiatan sosialisasikan penerapan program E Retribusi bagi pedagang Pasar Oro Oro Dowo. (man)
space ads post kiri

Kota Malang, Memo X
        
Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Malang, Sutiaji mewajibkan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Malanh belanja di Pasar Tradisional. Tujuannya supaya putaran ekonomi dimasyarakat tetap mengeliat.
      
Di Kota Malang, jumlah ASN-nya mencapai 8000 orang. Dia yakin misalkan saja 60% ASN Pemkot Malang belanja di pasar tradisional. Maka putaran uang didalam pasar tambah banyak. Lalu imbasnya pada peningkatan kesejahteraan masyarakat pula.
         “Kita digaji dari uang rakyat. Jadi sepantasnya kita harus membiasakan belanja di pasar tradisional. Supaya gerak ekonomi dipasar dan masyarakat tetap berjalan,” tegas Sutiaji, Kamis (9/8/2018) pagi.
      
Menurut Sutiaji, Pemkot Malang segera merevitalisasi pasar tradisional. Harapannya warga Kota Malang merasa nyaman belanja ke pasar tradisional.
      
Cuma yang harus dibenahi pedagang adalah soal pelayanannya. “Jangan sampai saat melayani pembeli dengan wajah murung dan cemberut. Ingat pembeli adalah raja. Jadi harus dilayani dengan baik walaupun hanya bertanya soal harganya saja,” pesan Sutiaji.
       
Pedagang harus membenahi manajemen pemasarannya agar tidak kalah dengan ritel modern. Kelebihan belanja dipasar tradisional ada interaksi tawar menawar antara pedagang dan pembeli.

Termasuk bisa silahturahmi dengan tetangga dan teman-temannya. “Pemerintah senantiasa akan mempertahankan keberadaan Pasar Tradisional sebagai salah satu penopang perekonomian bangsa,” imbuh Sutiaji.

Sutiaji hadir ke Pasar Oro Oro Dowo, ditemani anggota Komisi IX DPR RI, Nurhayati Aliasegaf dan Kadisperindag Kota Malang, Wahyu Setianto. Pejabat Pemkot Malang ini mensosialisasikan penerapan program E Retribusi bagi pedagang Pasar Oro Oro Dowo.

Kadis Perdangangan, Kota Malang Wahyu Setianto menjelaskan, tahunnini ada empat pasar tradisional di Kota Malang yang menerapkan E Retribusi. Antara lain di Pasar Oro Oro Dowo, Kota Malang.

“Penerapan E KTP ini memudahkan pedagang dalam membayar retribusi setiap harinya. Pedagang tinggal menggunakan ATM nya untuk digesekan pada mesin edisi yang disiapkan petugas,” tegas Wahyu di Pasar Oro Oro Dowo, Kamis (9/8/2018) pagi.
Tujuan utama penerapan E Retribusi adalah untuk mencegah kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Malang dari sektor retribusi pasar. Selain itu memudahkan pedagang dalam membayar retribusi pasar kepada Pemkot Malang.

“Sejak 1 Januari 2018 pemerintah pusat mendorong agar pemerintah segera menerapkan E Retribusi diberbagi sektor PAD. Awal bulan ini baru bisa dilakulan di empat pasar di Kota Malang,” tegasnya.

Anggota Komisi IX, DPR RI Nurhayati Ali Asegaf, meminta kepada Pemkot Malang untuk selalu menjaga kestabilan harga kebutuhan bahan pokok dipasar tradisional. Supaya masyarakat lebih suka belanja ke pasar tradisional dari pada kesuper market.
“Baik di Jakarta atau saat pulang ke Malang saya bersama keluarga selalu menyempatkan diri belanja kepasar tradisional. Suasana didalam pasar yang selalu membuat saya selalu rindu ingin belanja ke pasar tradisional. Selain itu Pemkot Malang harus menjaga keamanan, kebersihan dan kenyamanan pasar,” pesan dia. (man/jun)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional