pariwisata kabupaten malang

Menu

Sesama PKL Alun-alun Batu Bacokan

  Dibaca : 91 kali
Sesama PKL Alun-alun Batu Bacokan
KULINER : Suasana pasar kuliner seputaran Alun-alun Batu. Inset : AKP Anton Widodo Kasatreskrim Polres Batu. (lih)
space ads post kiri

Batu, Memo X
Usai dua pelaku penganiayaan menggunakan senjata tajam (sajam) diamankan Polsek Batu, mulai terkuak kronologis pemicu tragedi berdarah antara PKL serang PKL di Alun-alun Batu hingga menyebabkan korban dirawat di IGD RS Hasta Brata.
Kejadian ini terjadi bermula pada saat KAC alias Candra (44) pedagang ceker setan dan ADC alias Aris penjaja Lok-lok (36) yang tidak mendapatkan tempat berjualan saat relokasi nekat menjajakan dagangannya di area terlarang sejak Sabtu (4/8/2018).
Diduga motif penyerangan, ketika Tri istri korban berinisial SCH (45) mengingatkan kepada ADC dan KAC untuk tidak berjualan di jalan area relokasi. Sebab dikhawatirkan akan mempengaruhi PKL yang lain untuk jualan di tengah jalan dan membuat kisruh seperti beberapa Minggu kemarin sebelum direlokasi.
Karena PKL yang ada di sekitar Ganesha sudah direlokasi ke tempat yang sudah disediakan oleh pemerintah Kota Batu. Tetapi ternyata mereka merasa tersinggung. “Sudah kami amankan. Penahan itu akibat adanya peristiwa tindak pidana kekerasan terhadap orang dan penganiayaan antar Pedagang Kaki Lima (PKL) pada (8/8/2018) sekitar pukul 22.00 wib di Alun Alun Kota Batu. ADC (44) merupakan PKL Lok-Lok. Dan Inisial KAC (36) PKL Ceker Setan sudah kami amankan,” ujar AKP Anton Widodo Kasat Reskrim Polres Batu, Kamis (9/8/2018) di Mapolsek Batu.
Lanjut Anton, peristiwa ini terjadi antar pedagang PKL Alun-Alun Kota Batu yakni pengeroyokan dan kekerasan. Sedangkan korban adalah SCH (45) PKL Lok-Lok yang mengalami luka di kepala robek depan dan belakang, serta telinga kiri mengalami robek akibat sabetan benda tajam. Hingga saat ini korban dirawat di RS. Bhayangkara Kecamatan Batu namun pagi tadi sudah dirujuk ke RS Baptis.
Untuk korban lain, tambah Anton, adalah ROF (25) atau anak dari SCH yang mengalami luka sobek pada kening dan lecet di kepala. Hingga saat ini yang dirawat sekarang tinggal SCH, sedangkan yang lainnya sudah dipulangkan. “Termasuk pelaku KAC yang dirawat juga dipulangkan karena menderita luka tusukan di pahanya dan kami tahan,” kata mantan Kasatreskrim Bangkalan ini.
Awalnya, kejadian sekitar pukul 22.00 WIB di trotoar bagian barat Depan Kantor Pusat Informasi Strawbery Alun-Alun Kota Batu. Secara tiba-tiba SCH pedagang Lok-Lok langsung dibacok oleh ADK dengan satu buah pedang atau parang. Kemudian langsung mengenai wajah serta telinga Korban. Dalam waktu bersamaan ROF (anak SCH) menolong ayahnya.
“Tetapi tiba- tiba dari arah depan KAC, PKL Ceker Setan memukul korban dengan menggunakan satu buah kalung gir yang mengenai dahi,” ujar Anton.
Kondisi saat itu menurut salah satu keterangan saksi sangat mencekam dan warga berupaya memisahkan korban dan pelaku. “Barang bukti yang diamankan adalah satu buah pedang dan satu buah kalung gir, semua adalaha alat penganiayaan pelaku kepada korban,” paparnya lagi.
Hingga saat ini Polres Batu sedang melakukan penyidikan dalam kasus tersebut. Untuk meminimalisir keadaan demi menjamin keadaan kondusif sesuai instruksi dari kapolres, terus melakukan pemantauan karena tidak menutup kemungkinan ada simpatisan korban dan simpatisan pelaku agar tidak semakin melebar.
“Instruksi Kapolres Batu seperti itu, karena saya direskrim tugas kami penegakan. Untuk bagaimana penjagaan dan pengawasan bukan ranah saya, itu ranah Sabhara,”pungkasnya. (lih/jun)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional