pariwisata kabupaten malang

Menu

Perkemahan Pendidikan Karakter Tingkat SMP se Kabupaten Malang

  Dibaca : 38 kali
Perkemahan Pendidikan Karakter Tingkat SMP se Kabupaten Malang
Bupati Malang Rendra Kresna saat memberi penghargaan.
space ads post kiri

Pembentukan Karakter Siswa Harus Didukung Berbagai Lini

Malang, Memo X
Pembangunan karakter anak harus didukung oleh semua pihak. Kira-kira seperti itulah yang disampaikan oleh Bupati Malang, Rendra Kresna saat memberi sambutan dan membuka kegiatan Perkemahan Pendidikan Karakter Tingkat SMP se Kabupaten Malang.

Kegiatan yang dilaksanakan di Bumi Perkemahan Kebun Teh Wonosari Kabupaten Malang tersebut diadakan selama dua hari yakni 7 Agustus – 8 Agustus 2018. Tercatak sebanyak 326 smp negeri maupun swasta yang mengikuti kegiatan tersebut, dimana setiap sekolah mengirimkan sekitar 10 siswa nya untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Peserta perkemahan yang antusias.

Adapun kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Bupati Malang Rendra Kresna. Dalam sambutannya ia menyampaikan tentang pentingnya pembangunan katakter pada anak. “Pada kegiatan Perkemahan Pendidikan Karakter ini, diharapkan semakin terbentuknya karakteristik pada siswa. Dimana karakter yang dimaksud yaitu, siswa harus dipersiapkan sebagai generasi penerus dan pemimpin masa depan yang ke Indonesiaan,” ujar Bupati

Lebih dalam ia menjelaskan, siswa tidak hanya harus berprestasi di bidang akademik, tetapi dia juga harus mempunyai karakter yang tangguh, santun agamis.

Selain itu, Bupati juga menambahkan, dalam proses pembentukan karakter pada anak, tidak bisa jika hanya dilakukan oleh pihak sekolah dan Pemerintah. “Dalam hal pembentukan karakter, tenaga pendidik memang sangat penting dalam prosesnya, tapi selain pendidik dan pemerintah, semua elemen masyarakat harus juga turut berkontribusi,” jelas Bupati.

Bupati juga menambahkan, di zaman yang sedang berkembang teknologinya seperti sekarang, harus diimbangi oleh pengawalan dari lingkungan. “Kita harus bisa mengenalkan siswa untuk bisa berinteraksi dengan alam dan lingkungan sekitar, apalagi di zaman yang sedang berkembang teknologinya seperti saat ini,” ujarnya

Ia melanjutkan, sengan mengenalkan siswa untuk bisa berinteraksi terhadap alam dan lingkungan, siswa akan lebih tumbuh karakternya dalam bersosial, kepeduliannya dan juga melatih indera yang dimiliki untuk bisa mengimbangi tingkat emosional.

Bupati berharap, upaya pembentukan karakter anak untuk bisa mendukung majunya negeri agar bisa diteruskan di kehidupan bermasyarakat yang lebih luas.

Sementara itu, sebagai salah satu sekolah yang menjadi peserta pada kegiatan Perkemahan Pendidikan Karakter di Kebun Teh Wonosari Kabupaten Malang, Kepala SMP Negeri 4 Kepanjen Kabupaten Malang Suprianto menyampaikan apresiasinya kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Malang selaku penyelenggara.

Menurutnya, siswa yang masih perlu dibina untuk pembentukan karakter seperti siswa yang cenderung berkelompok dalam pergaulannya. “Kalau di sekolah kami, yang saya maksud siswa yang kurang berkarakter yaitu siswa yang cenderung berkelompok, masih datang terlambat, dan kadang suka cari perhatian,” ujarnya.

Ia juga melanjutkan, “Pendidikan karakter sangat diperlukan untuk dapat menunjang prestasi. Karena menurut saya prestasi itu timbul diawali dengan sikap tertib dan disiplin,” tambahnya.

Ia berharap, sepulang dari kegiatan ini, siswa yang mewakili sekolahnya dapat mengajak teman-temannya di sekolah untuk bisa lebih tertib dan disiplin. “Jadi selain bisa mengajak teman-temannya untuk bisa lebih berdisiplin, harapannya anak-anak kami jadi semakin tanggap dalam bertanya, mampu menceritakan apa yang telah diperoleh dari kegiatan ini,” ujar Suprianto.

Sementara itu menurutnya, tumbuhnya karakter pada anak juga dipengaruhi oleh lingkungan dimana anak itu berada. “Lingkungan dimana anak itu berada juga sangat berpengaruh dalam proses pembentukan karakter anak. Seperti lingkungan keluarga, lingkungan tempat dimana mereka bergaul, bersosialisasi pada masyarakat itu sangat berpengaruh,” pungkasnya.
Ia juga berharap, kegiatan seperti ini lebih sering diadakan setiap tahunnya, karena menurutnya dalam proses pembinaan, membutuhkan waktu lebih dari dua hari.

“Secara pribadi saya menyayangkan kenapa kegiatan seperti ini hanya berlangsung selama dua hari, karena pembinaan itu kan membutuhkan waktu yang lama. Jadi saya berharap untuk ke depannya, kegiatan ini bisa lebih sering dilaksanakan misalnya setahun 3 kali,” jelasnya.

Ia melanjutkan, “Selepas dari kegiatan ini saya berharap, agar siswa mempunyai kesadaran untuk bisa berubah lebih baik. Oleh karena itu, saat kembali ke sekolah kami akan terus melakukan pengawalan terhadap pendidikan karakter pada siswa,” ujarnya. (kik/jun)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional