pariwisata kabupaten malang

Menu

Lewat Rumah Kreatif, Disnaker Kota Malang Gelar Pelatihan Merajut

  Dibaca : 50 kali
Lewat Rumah Kreatif, Disnaker Kota Malang Gelar Pelatihan Merajut
ANTUSIAS : Peserta pelatihan yang semangat mengikuti pelatihan.
space ads post kiri

#30 Ibu Rumah Tangga Belajar Membuat Tas Rajut
Kota Malang, Memo X

Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Malang membuat terobosan baru guna menambah penghasilan masyarakat dan menciptakan lapangan kerja baru. Caranya memberikan pelatihan membuat tas dari benang rajut.

Kegiatan yang berlangsung selama enam hari mulai Senin (6/8/2018) sampai Sabtu (11/8/2018) di rumah rumah kreatif bersama BUMN BRI di Jalan Raya Langsep, Kota Malang diikuti 30 peserta.

SEMANGAT : Dengan pelatihan ini diharapkan bisa mencipatakan warga yang kreatif.

Mereka berasal dari perwakilan kelompok perempuan di 30 kelurahan di Kota Malang. Latihan membuat tas dari benang rajut kali ini memanfaatkan Dana Bagi Hasil Cukai dan Tembakau (DBHCT) tahun 2018.

Kepala Bidang Pelatihan Disnaker, Kota Malang Sidik menjelaskan, awalnya setiap kelurahan mengirimkan perwakilan satu orang dalam pelatihan kali ini. Setelah dilakukan verifikasi, ternyata hanya 30 orang ibu ibu yang siap dilatih membuat tas dari benang rajut.

TERAMPIL : Peserta yang dilatih keterampilan merajut.

“Tujuan kami memberikan ketrampilan kerja kepada masyarakat. Khususnya bagi kelompok ibu rumah tangga. Kedepannya supaya bisa menambah penghasilan keluarganya dari usaha membuat tas dari benang rajut,” terang Sidik, Selasa (7/8/2018) siang.

Menurut Didik, ke 30 orang yang dilatih membuat tas dari benang rajut termasuk kelompok pemula dalam berusaha dibidang kerajinan tanggan atau handy craft.

KREATIF : Melalui rumah kreatif akan menciptakan ibu yang mandiri.

Kedepannya, Sidik berharap ke 30 ibu ibu terus meningkatkan dan mengasah ketrampilaannya. “Untuk saat ini mereka hanya menerima teori dasar cara membuat tas dari benang rajut. Kalau ingin mahir harus kursus lagi. Kebetulan kegiatan kali ini Disnaker Kota Malang bekerja sama dengan Pelangi Nusantara,” ungkap Sidik.

Lebih lanjut diterangkan, harga tas dari benang rajut variatif. Tergantung kondisi barangnya. Bisa mahal kalau rajutannya halus dan motifnya disukai pasar. “Yang jelas kerajinan handy craft masih sangat menjanjikan untuk terus dikembangkan,” imbuh dia.

Salah satu peserta pelatihan Ratna mengaku senang dengan kegiatan yang diikutinya. Dia bercita cita untuk memproduksi aneka macam tas dari benang rajut.
“Wisatawan yang berlibur ke Kota Malang terus meningkat setiap tahunnya. Kalau kualitasnya bagus. Saya ingin menjual kepada wisatawan yang berlibur ke Kota Malang,” pungkas Ratna. (man/adv)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional