pariwisata kabupaten malang

Menu

Diduga Korupsi Ratusan Juta Rupiah

  Dibaca : 24 kali
Diduga Korupsi Ratusan Juta Rupiah
GELEDAH : Sejumlah tim Kejaksaan saat melakukan penggledahan di ruangan kantor dinas kesehatan Gresik. (sgg)
space ads post kiri

Kantor dan Rumah Pribadi Kadinkes Gresik Digeledah Kejaksaan

Gresik, Memo X
Diduga ada indikasi melakukan penyimpangan dan merugikan negara ratusan juta rupiah, tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik menggeledah Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) dilingkungan Kantor Pemkab Gresik Jalan Dr. Wahidin SH Kecamatan Kebomas sekitar pukul 09.00 WIB, Senin (6/8/2018).

Tak berhenti disitu, demi mendapatkan berkas berkas sebagai alat bukti tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik juga menggeledah rumah mewah milik Kepala Dinkes Nurul Dholam yang ada di kawasan Kecamatan Manyar.

Hal ini dibenarkan oleh Jikan, Sopir Kepala Dinkes. “Bersamaan Mas. Jadi ada 2 tim kejaksaan yang melakukan penggeledahan. Satu tim di Kantor Dinas Kesehatan, dan satu tim lagi di rumah Bapak (Kepala Dinkes),” katanya.

Masih menurut Jikan, selain mengamankan handphone miliknya, tim Kejari Gresik juga menyita telepon genggam milik dua sekpri Kepala Dinkes.

“Tiba tiba tim langsung masuk ke ruang Kadinkes dan menggeledah ruangan kerja. Mereka langsung menyita handphone. Bapak (Kadinkes) diminta tetap dalam ruangan termasuk,” katanya.

Selain menyita handphone, Jikan juga menyebut bahwa petugas juga menyita buku tabungan Bank BRI miliknya. “Buku tabungan BRI saya disita. Padahal tak ada isinya,” ungkapnya.

Ditanya kasus apa yang tengah diusut Kejari Gresik?Jikan mengaku tak tahu. “Saya tak tahu mas,” pungkasnya.
Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik Pandu Pramukartika membenarkan, terkait penggeledahan yang dilakukannya dikantor Dinas Kesehatan (Dinkes), Senin (6/8). Ia mengungkapkan bahwa penggeledahan itu terkait dugaan penyimpangan dana BPJS di Dinkes.

Hal itu dikatakan langsung oleh Kajari Gresik dalam jumpa pers di kantor Kejari Gresik, Jalan Permata, Bunder Asri Kecamatan Kebomas. Menurut dia, ada dugaan penyimpangan klaim dana BPJS dengan cara pemotongan. Praktik ini terjadi tahun 2016-2017. “Totalnya, mencapai Rp 500 juta,” ungkapnya.

“Temuan awal ada 8 Puskesmas. Puskesmas itu berada di Gresik daratan (luar Pulau Bawean). Jadi modusnya setiap dana BPJS di Puskesmas cair dipotong 10 persen oleh Dinas Kesehatan,” terangnya.

Sejauh ini, kata Pandu, baru ada 3 saksi yang dipanggil. Mereka adalah sopir dan 2 sekretaris pribadi (Sekpri) Kepala Dinkes Nurul Dholam. “Tiga yang kami bawa,” katanya.

Ditanya soal pemerikasan Kadinkes, Pandu menyatakan belum memanggil bersangkutan. Termasuk belum menentukan tersangka. “Semua masih kita dalami,” jelasnya.

Kasus tersebut, tambah Pandu, berawal dari adanya pengaduan masyarakat yang kemudian didalami dan diambil sampling di masing-masing Puskesmas. “Kami masih dalami siapa yang berperan dalam kasus ini,” pungkasnya.(sgg/jun)

Editor:
Tags
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional