pariwisata kabupaten malang

Menu

Data Sementara Korban Gempa Lombok

  Dibaca : 32 kali
Data Sementara Korban Gempa Lombok
KORBAN : Seorang ibu yang menjadi korban gempa. (ist)
space ads post kiri

98 Orang Tewas, 236 Luka-luka

Mataram, Memo X
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menuturkan, hingga Senin (6/8/2018) sore korban meninggal dunia pasca gempa di Lombok bertambah tujuh orang. Tujuh korban meninggal dunia tersebut berada di Lombok Barat. Dengan demikian total korban meninggal dunia saat ini berjumlah 98 orang. “Korban meninggal dunia bertambah tujuh orang. Total 98 orang meninggal dunia,” ujar Sutopo saat memberikan keterangan pers di kantor BNPB, Jakarta Timur, Senin (6/8/2018) sore.

Sementara itu, lanjut Sutopo, tercatat sebanyak 236 korban mengalami luka-luka. Akibat gempa bermagnitudo 7 pada Minggu (5/8/2018), diprediksi sekitar 20 ribu orang mengungsi yang tersebar di beberapa titik pengungsian. “Sebanyak 236 korban luka-luka. Pengungsi diperkirakan sekitar 20 ribu orang lebih,” kata Sutopo.

Sebagian besar korban meninggal akibat tertimpa bangunan yang roboh. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho saat memberikan keterangan pers terkait gempa bermagnitudo 7 Lombok. Konferensi pers digelar di kantor BNPB, Jakarta Timur, Senin (6/8/2018).

Sutopo memastikan semua korban meninggal dunia adalah warga negara Indonesia dan belum ada laporan wisatawan asing yang menjadi korban akibat gempa. Menurut Sutopo, daerah Lombok Utara paling parah terdampak gempa karena berdekatan dengan pusat gempa.

Rumah-rumah di Kabupaten Lombok Utara dan Lombok Timur yang sebelumnya hanya rusak ringan diguncang gempa 6,4 SR pada 29 Juli 2018 lalu menjadi rusak berat dan roboh akibat guncangan gempa bermagnitudo 7.

Sementara itu, Pemerintah menetapkan masa tanggap darurat bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Bali berlangsung dua sampai tiga pekan, kata Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Jakarta, Senin.

“Pemerintah berjanji segera merehabilitasi semua itu, tapi terlebih dulu ada tanggap darurat selama dua hingga tiga minggu, dan kita semua, BNPB sudah terjun, TNI juga,” katanya usai menghadiri Rapat Pleno Dewan Pertimbangan MUI di Jakarta, Senin.

“Kita semua mengucapkan bela sungkawa, simpati kepada korban bencana alam gempa di NTB, khususnya di Lombok Utara. Semoga arwah para korban meninggal diterima Allah SWT,” katanya.

Gempa bumi berkekuatan 7.0 Skala Richter mengguncang Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Minggu petang (5/8) pukul 18.46 WIB dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami sesudahnya.

Menurut data BNPB pada Senin, jumlah korban jiwa akibat yang mengguncang wilayah Lombok dan sekitarnya pada Minggu (5/8) tercatat 91 orang. Gempa juga menyebabkan 209 orang terluka, ribuan rumah rusak dan puluhan ribu orang mengungsi. BNPB memperkirakan jumlah korban masih bisa bertambah karena proses evakuasi masih berlangsung. (kps/ant/jun)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional