pariwisata kabupaten malang

Menu

Bandara Abd Shaleh Diusulkan Menjadi Bandara Internasional

  Dibaca : 96 kali
Bandara Abd Shaleh Diusulkan Menjadi Bandara Internasional
MENINGKAT : Bandara Abd Shaleh Diusulkan Menjadi Bandara Internasional. (ist)
space ads post kiri

# Disampaikan Pada Saat Sutiaji Bertemu Presiden RI

Kota Malang, Memo X
Pelaksana tugas (Plt) Walikota Malang, Sutiaji mengusulkan kepada Presiden RI Joko Widodo, untuk meningkatkan status bandara udara Abdul Rahman Shaleh menjadi bandara internasional. Usulannya disampaikan Sutiaji saat menghadiri undangan Presiden RI di Istana Bogor, Senin (23/7/2018) kemarin.
Alhamdulillah Pak Jokowi merespon, merestui dan menyetujui. Beliau memperhatikan prospek pertumbuhan Malang Raya sangat baik dan dinilai penopang bagi kemajuan ekonomi serta pembangunan di Jawa Timur,” tegas Sutiaji.
Pertimbangan Sutiaji mengusulkan status bandara Abdul Rahman Shaleh menjadi bandara internasional antara lain didasari pada pertumbuhan ekonomi di Malang Raya semakin mengeliat. Landasan pacunya sudah memadai untuk didarati pesawat berbadan lebar.
Selain itu animo wisatawan dari luar Malang sangat tinggi. Ditambah keinginan masyarakat mengkuliahkan anak anaknya di Kota Malang semakin tinggi pula.
“Secara teknis landasan pacunys sudah memadai, sudah memiliki alat kendali kontrol untuk penerbangan malam. Termasuk program mahasiswa mancanegara, aktifitas usaha dan jasa yang berkembang pesat, daya tarik investasi ke kota Malang serta komitmen bersama para pemangku di Malang Raya,” tambah Sutiaji.
Pada kesempatan terdahulu, Gubernur Jawa Timur, H. Soekarwo, mendorong dan mendesak kementerian Perhubungan RI untuk meningkatkan status Bandara Abdurahman Saleh Malang dan Bandara Banyuwangi menjadi bandara internasional.
“Perjalanan darat lebih dari 2 (jam), sudah jadi pertimbangan tersendiri bagi turis mancanegara untuk berkunjung ke destinasi wisata. Maka perjalanan Surabaya Malang yang kini bisa lebih dari 3 (tiga) jam menjadi kurang produktif untuk perspektif pengembangan wisata dan menggaet strategi pasar tourism,” tegas Pakde Karwo.
“Oleh karenanya saya sudah mengusulkan ke Presiden dan sudah dapat lampu hijau, pun juga ke KSAU juga OK, termasuk kajian dari dirjen perhubungan udara Kemenhub juga positif karena runway Bandara Abdurahman Saleh sudah lebih 2500 meter dan sudah memiliki sistem untuk pengendalian penerbangan malam hari. Tinggal (ditangan) Menteri Perhubungan untuk menyetujuinya,” tambah Pakde Karwo.
Menurut Sutiaji, Gubernur Jatim memiliki target kunjungan wisatawan asing sebanyak 1 juta orang pada tahun 2025. Selama ini hanya ditopang oleh bandara Juanda di Sidoarjo.
Angkasa Pura sebagai penanggung jawab dan pengelola bandara ditanah air, diminta Gubernur Jatim untuk ikut mendorong kemajuan, peningkatan peran dan status bandara daerah.
“Saya optimisme rencana ini akan mendapat dukungan dari semua stake holders. Terlebih melihat data kunjungan wisatawan ke kota Malang yang terus naik dari tahun ke tahun. Maka saya optimisme peningkatan sektor wisata bagi pilar perekonomian,” ungkap Sutiaji.
Diterangkan, tahun 2016 kunjungan wisatawan ke Kota Malang sebanyak 3.996.609 wisatawan. Rinciannya 3.987.074 wisatawan nusantara dan 9.535 wisatawan mancanegara.
Tahun 2017 naik menjadi 4.914.910 wisatawan, meliputi 4.902.946 wisatawan nusantara dan 11.934 wisatawan mancanegara.
“Maka dengan peningkatan status bandara Abdurahman Saleh kini sudah memiliki Instrumen Landing System (ILS) sehingga pesawat bisa landing malam hari. Maka kunjungan wisata akan melonjak untuk Malang Raya,”tegas Sutiaji.
Ditambahkannya di tahun 2018 kota Malang menargetkan jumlah kunjungan wisatawan nusantara sebanyak 4,2 juta wisatawan dan untuk wisatawan mancanegara sebanyak 15.000 wisatawan.
“Selepas acara Rakernas Apeksi, menindaklanjuti goodwill yang di berikan Pusat, saya segera melakukan koordinasi dan komunikasi intens dengan Pemprov serta Bapak Bupati Malang dan Ibu Walikota Batu, Danlanud serta simultan dengan DPRD. Perlu satukan komitmen dan support bersama, bilamana diperlukan hibah daerah, “ujar Sutiaji.
Ditambahkan termasuk didalam kesiapan imigrasi mengingat multi effec player dari ditingkatkannya kelas bandara maka wisatawan dan iklim investasi jelas akan naik secara signifikan. “Selama ini bandara Malang, juga diakses daerah sekitaran seperti Pasuruan, Blitar, Kediri, Tulungagung dan Trenggalek,” pungkasnya. (man/jun)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional