pariwisata kabupaten malang

Menu

Tingkatkan Kualitas Kesehatan, Bupati Faida Gelar Rakorkes

  Dibaca : 139 kali
Tingkatkan Kualitas Kesehatan, Bupati Faida Gelar Rakorkes
space ads post kiri

MemoX Jember – Senin (30/4/2018) Bupati Faida memimpin langsung rapat koordinasi kesehatan di Balai Serbaguna Jember. Pemkab Jember melalui Dinas Kesehatan menggelar Rapat Koordinasi Kesehatan. Bupati Faida menekankan dalam program percepatan Jember Sehat ada empat hal penting yakni melalui langkah untuk penurunan angka kesehatan ibu dan anak dan angka kesehatan bayi, penurunan angka balita stunting, eliminasi tuberkulosis (TBC), serta peningkatan mutu cakupan dan mutu imunisasi.

“Tahun ini kita akan fokuskan juga pada pencegahan TBC, juga ibu hamil agar di Jember akan kita jaga kesehatannya melalui berbagai layanan kesehatan mulai Posyandu maupun Puskesmas hingga penyiapan ambulan desa,” kata Bupati Faida.

Dalam Rakorkes yang digelar di Balai Serba Guna Kaliwates tersebut juga dihadiri para Forkopimda, organisasi profesi, kepala desa, kader Posyandu, sopir ambulan desa, para organisasi profesi kedokteran, dokter Puskesmas, dan lainnya.

Selain itu juga bersamaan dengan rangkaian Deklarasi Koalisi Organisasi Profesi (KOPI) yang terdiri dari 15 organisasi dalam penanggulangan penyakit TBC di Jember.

Dijelaskan oleh Bupati Faida, bahwa penderita TBC sendiri di Jember ada sekitar 7.600 penderita, sedangkan yang telah terdeteksi adalah sekitar 3.500 orang penderita atau sekitar 45 persen. Dimana, ini merupakan diatas target nasional yang hanya 30 persen. Namun, lanjutnya yang menjadi konsentrasi sekarang adalah sisa penderita yang belum terdekteksi dan tertangani. Untuk itu, ungkap Bupati Faida, bersama semua kalangan kesehatan, Lurah/Kades, dan seluruh lintas sektor telah berkomitment untuk menangani hal ini secara bersama-sama.

“Kita berharap agar Koalisi Organisasi Profesi di Jember juga mampu menjalankan sesuai standar tugas profesi sesuai aturan keorganisasian dalam hal layanan kesehatan terutama eliminasi TBC,” ujarnya.

Deklarasi KOPI juga turut melakukan kewajiban tugas pencatatan dan pelaporan terkait layanan terhadap TBC dimasing-masing unit sesuai peran dan fungsinya. Selain itu juga mendukung dan menyukseskan Jember eliminasi TBC tahun 2030.

Dalam kesempatan itu, Bupati Faida juga membeber persoalan layanan ambulan desa hingga rehabilitasi bangunan Puskesmas untuk memperbaiki layanan kesehatan bagi masyarakat. “Jadi fasilitas ambulan desa ini gratis, kalau ada sopir yang minta membayar, langsung bilang ke saya, akan saya ganti biayanya, namun jangan enak-enak, sopir ambulannya juga bisa diganti itu,” ujarnya.

Bupati Faida juga menerangkan realisasi Program Kerja Jember Sehat, ada sejumlah revitalisasi Puskesmas yang telah dilakukan yakni, tahun 2017 ada 15 Puskesmas, selanjutnya tahun 2018 ada 12 Puskesmas dan tahun 2019 nanti akan ada 23 Puskesmas yang akan direvitalisasi. Selain itu, Pemkab Jember juga merealisasi 3 dokter di tiap Puskesmas. Pada tahun 2016 sudah ada 32 puskesmas yang memiliki 3 dokter, tahun 2017 ada 49 puskesmas dan pada tahun 2018 sudah ada 50 puskesmas.

Sementara untuk layanan ambulan desa, pada tahun 2017 sudah terealisasi 195 ambulan desa, selanjutnya pada tahun 2018 ini 53 ambulan desa sudah operasional semua di tiap desa. (ren/min)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional