pariwisata kabupaten malang

Menu

Dua Paslon Dinilai Belum Memiliki Konsep Membangun Bondowoso

  Dibaca : 119 kali
Dua Paslon Dinilai Belum Memiliki Konsep Membangun Bondowoso
space ads post kiri

Bondowoso, Memo X
Debat Publik antara Calon Bupati (Cawabup) dan Calon Wakil Bupati (Cawabup) di gedung EDC Bondowoso beberapa waktu lalu hingga kini masih menjadi buah bibir publik. Sejumlah pihak ada yang menilai positif dan sebagian juga ada yang menilai negatif ; bergantung pada cara berpikir dan sudut pandang seseorang dalam memberikan penilaian.

Orang-orang yang bijaksana, tentu tidak akan membabi buta memberikan suatu penafsiran, sementara orang pintar dan cerdas, biasanya akan menggunakan logika dalam setiap kata yang ia utarakan.

Salah satu dosen Universitas Bondowoso ( Unibo), Ahmad Nauval, SH mengemukakan bahwa ia telah menyaksikan dan menyimak kata demi kata dalam debat publik cabup dan cawabup Bondowoso baik dari pasangan calon (Paslon) nomer urut satu, Salwa-Irwan dan Paslon nomer urut dua, Dafir-Dayat.

Menurut dia, setiap pemimpin dituntut untuk selalu inovatif dan kreatif. Inovasi dari pimpinan pemerintah Kabupaten dapat dilihat dan dinilai dari bagaimana ketika ia berbicara dan memahami setiap denyut dan harapan masyarakat.

“Inovasi itu dapat tercermin ketika menyampaikan program pembangunan yang berorientasi pada pemberdayaan baik dari sisi ekonomi, budaya, sosial dan hukum.

“Kalau saya melihat dan menyimak dari apa yang disampaikan oleh dua pasangan cabup dan cawabup itu kemarin, mereka itu sama sama memiliki basis masa yang besar dan sama sama memiliki komitmen kuat untuk menjadikan pemerintahan yang bersih dari praktik KKN. Itu nilai lebih yang mereka miliki,” ujar Nauval.

Dari penjabaran kedua Paslon itu, kata Nauval, ia belum melihat adanya konsep yang jelas dan kongkrit dari keduanya untuk membangun Bondowoso dalam rentang 5 tahun ke depan.

“Ya ini penilaian saya ya, dari penyampaian mereka ketika debat publik itu, saya kok belum melihat bagaimana cara membangun Bondowoso ketika mereka menjadi pemimpin dalam rentan waktu 5 tahun. Selain itu juga mereka memiliki program unggulan. Tidak ada, saya tidak melihat itu. Arah pembangunan yang disampaikan masih seputar program program yang sudah ada dan telah dilakukan oleh Bupati saat ini,” terangnya.

Akan tetapi, Nauval menggarisbawahi bahwa jika dilihat dari sisi penguasaan arah pembangunan berikut mekanisme penganggarannya, maka tampak paslon nomor urut dua lebih menguasai & memahami bagaimana seharusnya pembangunan yang harus dilakukan di Kabupaten bondowoso.
“Pasangan urut dua itu lebih menguasai persoalan berikut bagaimana seharusnya membangun,” ulasnya.

Terkait dengan masalah isu korupsi, Noval menjelaskan bahwa pencegahan korupsi adalah hal yang mutlak harus dilakukan, sebab pencegahan korupsi adalah bagian dari asas pemerintahan yang baik dan wajib dilakukan.

“Kongkritisasi pencegahan praktik korupsi yang di sampaikan oleh kedua paslon relatif serupa yakni dengan diawali menyerahkan laporan kekayaan seluruh keluarga masing masing paslon kepada KPK, & keduanya sama sama anti jual beli jabatan.

“Paling tidak ini sebuah langkah awal dari komitmen para paslon untuk mencegah praktik KKN di kabupaten Bondowoso,” terangnya. (Cw2)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional