pariwisata kabupaten malang

Menu

Tanggul Kulon Diamanahi Penutupan Gelaran Pandhalungan Road Show 2017

  Dibaca : 251 kali
Tanggul Kulon Diamanahi Penutupan Gelaran Pandhalungan Road Show 2017
space ads post kiri

MemoX Jember – Kepala Desa Tanggul Kulon Kecamatan Tanggul, Arifin menilai dirinya sebagai tuan rumah panggung Pandhalungan 2017. Karena katanya, dia putra daerah yang lahir dan besar di Tanggul. Sebagai tuan rumah, tentu wajib baginya menjamu tamu kehormatannya, Bupati Faida.

Dia sadar, jabatannya sebagai kades wajib taat pada arah kebijakan bupati. Semakin bersemangat mendukung gerak dan langkah bupati, karena dia menilai, panggung Pandhalungan bukan sekedar hiburan rakyat berkualitas. Namun, ada semangat pelestarian kebudayaan yang luar biasa.

“Kami ingin malam penutupan Panggung Pandhalungan di Tanggul meriah. Kita libatkan semua warga. Supaya riang gembira bersama,” tuturnya. Bahkan, dia sudah berkoordinasi dengan pemuda asal Tanggul lainnya.

Salah seorang pemuda asal Tanggul, Efendi, memastikan bahwa Bupati Faida akan hadir memimpin panggung Pandhalungan. “Beliau sudah konfirmasi siap hadir untuk masyarakat Tanggul,” katanya.

Bagi Fendi, wajar jika bupati turun sendiri ke Tanggul. Karena antara Bupati Faida dan masyarakat Tanggul sudah punya ikatan emosional. “Bukan karena Pilkada menang banyak di Tanggul. Tetapi Tanggul memang punya banyak relawan,” akunya.

Kesempatan hadir di Tanggul, bakal dikemas Fendi dan Arifin, sebagai momen Reuni Relawan Faida – Muqit. “Kami ingin menggelar napak tilas hubungan Bupati Faida dan rakyatnya di Tanggul,” ujarnya.

Fendi dan Arifin menggagas sebuah arak-arakan di tengah jalan malam. Melibatkan sedikitnya seribu relawan. Menggelar pawai obor. Sambil mengantar Bupati Faida keliling Tanggul sampai panggung Pandhalungan di Alun-alun Tanggul.

Pria yang tinggal di Jalan Utara Polsek Tanggul, memastikan start pawai di kampung perjuangan Alorsi : Arek Lor Kantor Polisi. “Selain obor, pawai juga dimeriahkan jaran kencak dan can-macaman kadhuk,” imbuhnya.

Tidak cukup itu, Fendi menilai program satu desa satu ambulans, sudah terealisasi sekitar 80 %. Sebuah capaian di luar perkiraannya. Karena itu, ambulance desa juga akan masuk dalam agenda arak-arakan. Ditambah lagi becak wisata. “Kami bangga, karena bupati tidak ingkar janji,” tuturnya.

Mantan aktivis mahasiswa itu mengundang para relawan, hadir dalam reuni yang digagasnya secara mandiri bersama Arifin dan pemuda Tanggul lainnya. Sebuah kegiatan yang tanpa menggunakan uang negara. “Kami menyebut pra main stage : panggung sebelum manggung,” jelasnya.

Kata Fendi, relawan harus satu suara mendukung kemajuan Jember. Namun tetap obyektif. “Baik didukung, salah diingatkan. Tapi tetap, melakukannya dengan rasa sayang,” pungkasnya. (ren/min)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional