pariwisata kabupaten malang

Menu

Bupati Faida Paparkan Tantangan dan Kesetaraan Gender di Forum Infid CSOS untuk SDGs

  Dibaca : 430 kali
Bupati Faida Paparkan Tantangan dan Kesetaraan Gender di Forum Infid CSOS untuk SDGs
space ads post kiri

Jakarta, Memo X.Com- Sejumlah aktivis dan para inspirator bertemu dalam agenda Internasional NGO Forum on Indonesian Development (Infid), di Hotel Ambhara, Jl. Iskandarsyah Jakarta Selatan, Selasa (14/11/2017). Pertemuan ini untuk membicarakan peran perempuan dan tantangan mewujudkan keseteraan gender di Indonesia dengan pengalaman dari daerah.  Bupati Jember, dr Hj Faida ,MMR, dijadwalkan hadir dalam kesempatan tersebut. Ia dipercaya untuk paparan dalam forum yang rencananya dibuka oleh Presiden Indonesia, Joko Widodo. Perempuan yang menjadi bupati pertama di Jember ini juga diminta menyampaikan berbagai upaya pemajuan dan tantangan yang dihadapi pemerintah daerah untuk mewujudkan kesetaraan gender dalam agenda Suistanable Development Goals (SDGs) dan pelaksanaannya.

Selain Bupati Faida, sejumlah perempuan berprestasi dari berbagai daerah di Indonesia juga dihadirkan sebagai pembicara. Antara lain, Khairani Arifin dari Flower Aceh, Sarah Larry Mboeik dari PIAR Kupang, Lusia Palulungan dari BAKTI Makassar, dan Ida Ruwaida Noor dari Universitas Indonesia. Pertemuan yang menghadirkan keynote speaker Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati, dan Kepala Kantor Staf Kepresidenan RI, Teten Masduki ini, juga membahas tentang SDGs dan pelaksanaannya pasca terbitnya Peraturan Presiden No 59 tahun 2017 tentang SDGs dan tindaklanjutnya.  Forum ini juga membahas tentang bagaimana strategi dan apa tantangannya dalam melaksakan SDGs itu, yang akan dibahas oleh Direktur Pendidikan dan Agama di Kementerian PPN/Bappenas.

Sementara untuk materi urgensi monitoring dan eveluasi dalam pelaksanaan dan pencapaian SDGs itu bakal dipaparkan oleh Djonet Santoso, dari Universitas Bengkulu. Sedangkan isu peran perempuan dalam pelaksanaan dan pencapaian SDGs, disampaikan Direktur dari Institut KAPAL Perempuan yakni Misiyah.

Dalam pertemuan pelaksanaan SDGs itu juga dihadiri sejumlah kepala daerah lainnya dari belahan bumi Indonesia, diantaranya Bupati Maros M Hatta Rahman, Walikota Kupang, Jefri Riwu Korre, Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, Bupati Jember, dr Hj Faida, MMR, serta , Abetnego Tarigan dari KSP. Selanjutnya, di akhir sesi pelaksanaan SDGs di Indonesia akan menemui kata tantangan dalam pendanaan. Dalam pembahasannya, isu ini bakal dipandu oleh Deputi II KSP, Yanuar Nugroho, Kasubdit Kerjasama Pembangunan Global Bapenas, Priyanto R, dan senior Advisor Infid, Mickael Bobby Hoelman.

Bupati Jember, dr Hj Faida, MMR, memaparkan indeks keseteraan gender dalam mendukung pemberdayaan perempuan terkait kesenjangan, diakui belum maksimal. Untuk itu, perlu adanya peningkatan dan pemahaman serta pengintegrasian lembaga dalam pengarusutamaan gender tersebut.  “Kita akan upayakan peningkatan kualitas hidup perempuan, lansia, anak anak, dan disabilitas yang telah dituangkan dalam RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) dan janji kerja Faida-Muqiet,” ujar Faida, didampingi moderator sidang pleno, Hamong Santono, dalam paparan arah kebijakan pembangunan di Kabupaten Jember.

Bupati Faida, menjadi satu dari beberapa pembicara yang dihadirkan. Selain dirinya, juga ada Bini Bukhori, dari Sekretariat Kepresidenan yang mewakili Teten Masduki, Nicola Dixon dari Kedutaan Besar Australia, Jember dr Hj Faida, MMR, dan Bupati Bojonegoro, Karyoto, serta Keith Sanahan dari Australian-Indonesian Partnership for Gender Equality and Womens Empowerment (MAMPU), dan senior Infid, Sudibyo Markus.

Di sela paparan itu, Bupati Faida menilai abhwa perempuan sangat penting dalam tujuan keseteraaan gender. Ia menyebut, dari 241 indikator dalam SDGs, ada 120 yang relevan dengan isu gender dan ada 17 indikator yang memiliki kesesuaian dengan keseteraaan gender dan pemberdayaan perempuan. “Kita ditekankan untuk mengakhiri diskriminasi terhadap perempuan, memberikan hak asasi dan kesempatan dalam pengambilan keputusan bagi perempuan di level masyarakat,” tukasnya. Kedepan, Pemkab Jember berharap, bisa lebih meningkatkan kualitas hidup perempuan di berbagai bidang pembangunan, serta bisa segera memberikan perlindungan terhadap perempuan dari tindak kekerasan dan ancaman perdagangan orang.

Di lain pihak, Konselor Penanggulangan Kemiskinan dan Pembangunan Sosial, Kedutaan Besar Australia di Jakarta, Nicola Dixon, menegaskan, Pemerintah Australia mendukung penuh upaya Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo, dalam memajukan dan upaya pemberdayaan perempuan mulai dari akar rumput, pribadi, hingga publik dalam meraih akses dasar.

Nicola Dixon juga menyampaikan, Pemerintah Australia juga mendorong perempuan agar mampu bekerja dan mendapatkan akses secara luas dalam mempengaruhi kebijakan di tingkat desa, di 33 Provinsi di Indoensia, serta berperan dalam kebijakan publik dari tingkat desa, kabupaten, hingga nasional. Untuk itu, pihaknya juga berharap ada pemberian kesempatan kepada perempuan dengan metode pendekatan inovatif, dan praktis melalui pemberdayaan perempuan, yakni memberi peran utama dalam mengakhiri ketidaksetaraan gender. “Australia berkomitmen terus bekerja sama dengan anda untuk mendukung mencapai SDGs,” katanya.

Untuk melakukan pembangunan tersebut, diharapkan perwakilan kepala daerah dan parlemen yang hadir dalam pertemuan masyarakat sipil dan pemerintah ini, menitikutamakan pada fokus tujuan pembangunan SDGs. “Ada 17 sasaran, 169 target SDGs harus dibuat cara praktis menuju pembangunan menuju 2030,” ujarnya.

Australia juga berkomitmen dengan sasaran tersebut. Portopolio Australia sangat mendukung Indonesia seperti yang disampaikan Presiden RI Joko Widodo, dalam Perpres 59 tahun 2017. Upaya itu, telah dia lihat bahwa Pemerintah Indonesia dalam menerjemahkan pencapaian SDGs dilakukan secara inklusif dengan rencana tindakan yang jelas. Selain itu, Pemerintah Indonesia juga dinilai serius dengan melakukan diskusi tingkat tinggi dan membuat kerangka peraturan SDGs serta unit implementasi dan adopsi manual tentang SDGs, dan OMS, yang dibentuk di seluruh Indonesia. (min/mzm)

 

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional